Pendidikan

Siswa Dilarang Bawa Handphone, Setiap Bulan ada Tawuran Anak Sekolah di Kota Padang

491
×

Siswa Dilarang Bawa Handphone, Setiap Bulan ada Tawuran Anak Sekolah di Kota Padang

Sebarkan artikel ini
Pakar pendidikan IPA/Biologi dari Universitas Negeri Padang (UNP) DR. Muhyiatul Fadilah SSi., MPd.Ist

PADANG – Sebagian sekolah di Kota Padang tegas melarang siswa/siswi bawa ponsel pintar ke sekolah. Bertujuan agar siswa fokus selama proses pembelajaran.

Kebijakan itu juga mengurangi dampak kenakalan remaja seperti tawuran yang kian hari kian marak di Kota Padang.

Berbagai sumber menerangkan kekerasan atau tawuran yang dilakukan oleh pelajar ditengarai adanya pengaruh dari kecanggihan teknologi informasi atau Information Communication Technology (ICT).

Dari catatan Dinas Pendidikan Kota Padang, dari bulan Januari – Juni 2023 sebanyak 88 orang siswa yang melakukan aksi tawuran, dan 35 orang dilakukan pembinaan, serta 9 orang yang di proses hukum.

“Hampir setiap bulan terjadi tawuran. Hanya bulan Februari 2023 tidak terjadi tawuran. Tawuran terjadi disebabkan oleh kontrol diri yang lemah, krisis identitas, rivalitas antar sekolah, dan pengawasan yang kurang,” jelas kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova saat kegiatan silaturrahmi Walikota Padang dan forkopimda dengan kepala sekolah SMP, SMA, SMK, MAN, Negeri dan swasta dan Ketua Komite se Kota Padang dalam rangka mencegah tawuran dan balap liar pelajar, Jumat (23/6/2023)

BACA JUGA  Dapat Ilmu Baru, Aparatur Setingkat Desa di Sumbar sudah Ahli Jitu Pasna

Terpisah, pakar pendidikan IPA/Biologi dari Universitas Negeri Padang (UNP) DR. Muhyiatul Fadilah SSi., MPd saat menyetujui jika ada pelarangan siswa membawa ponsel pintar ke sekolah. Hal ini dikarenakan pelarangan membawa ponsel pintar ke sekolah berdampak kepada peningkatan kinerja siswa dalam proses pembelajaran di sekolah.

“Saya berpendapat, adanya larangan siswa membawa ponsel pintar ke sekolah. Hal ini sangat berdampak kepada fokus siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Sebenarnya, pengontrolan ponsel pintar ada pada orang tua. faktanya, orang tua modern pada saat ini tidak punya waktu untuk mengedukasi anak dalam pemakaian ponsel pintar,” jelasnya.

Muhyiatul Fadilah menjelaskan juga, komunikasi yang dilakukan siswa dengan ponsel pintarnya saat dan setelah jam pelajaran usai, beresiko menimbulkan miskomunikasi dengan lawan bicaranya.

BACA JUGA  Paradigma Berpikir Aparatur Kepolisian Harus Mengikuti Arus Perubahan Secara Dinamis

Comment