PeristiwaSumatera Barat

Sumbar Berikan 2 Sumbangsih Penting untuk Mitigasi Bencana Gempa dan Tsunami

171
×

Sumbar Berikan 2 Sumbangsih Penting untuk Mitigasi Bencana Gempa dan Tsunami

Sebarkan artikel ini
Menko PMK Muhadjir Effendi saat menghadiri acara peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) Tahun 2024 di Youth Centre Bagindo Aziz Chan, Padang, Jumat (26/4/2024).Ist

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memberikan dua sumbangsih kepada bangsa dan negara terkait upaya pengurangan resiko bencana gempa dan tsunami.

Atas sumbangsih ini, Pemprov Sumbar menerima plakat spesial pada peringatan puncak Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) Tahun 2024, Jumat (26/4).

Dua sumbangsih ini diharapkan dapat diterapkan secara nasional di daerah-daerah yang memiliki potensi gempa dan tsunami di Indonesia. Dua sumbangsih tersebut yakni, penerapan batasan landasan zona aman tsunami yang dinamakan blue line tsunami safe zone.

Sumbangsih kedua, berupa peringatan dini atau Early Warning System (EWS) Inklusif berupa lampu rotasi yang akan menyala jika terjadi gempa dan tsunami. EWS ini menjadi peringatan dini inklusif bagi masyarakat yang mengalami gangguan pendengaran.

BACA JUGA  Warga Tandai Ini Akui Bantuan Pangan Ringankan Beban Hidupnya

Plakat spesial tersebut ditandatangani langsung oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, S.Sos, MM serta diketahui Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, saat peringatan puncak HKBN di Gedung Youth Centre Bagindo Aziz Chan.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, gempa bumi dan tsunami merupakan ancaman serius. Dalam upaya meningkatan kesiapsiagaan, Pemprov Sumbar telah ditetapkan batasan landasan blue line tsunami safe zone.

“Apabila terjadi gempa dan tsunami, maka masyarakat yang melakukan evakuasi horizontal harus mencapai batasan landasan zona aman tsunami, yang ditandai dengan adanya marka informasi petunjuk. Sementara masyarakat yang berada di kawasan blue line tsunami safe zone tidak perlu lagi melakukan evaluasi horizontal,” terang Mahyeldi.

BACA JUGA  Pandam Pekuburan Longsor di Kota Padang, Jenazah Terbungkus Kafan Bergelimpangan

Saat ini, marka blue line tsunami safe zone telah dipasang sebanyak 25 marka di Kota Padang. Marka tersebut bertuliskan informasi berbunyi “Anda Sedang Berada pada Kawasan Perkiraan Aman Tsunami”.

Sementara, sumbangsih EWS Inklusif bertujuan memaksimalkan EWS bagi masyarakat yang mengalami gangguan pendengaran. Saat sirine peringatan dini EWS berbunyi, maka EWS Inklusif berupa lampu rotari berwarna merah akan menyala dengan sinar cahaya yang berputar ke atas, sebagai penanda bagi kaum disabilitas untuk melakukan evakuasi. EWS Inklusif ini telah di Padang di Kota Padang di depan Gedung Youth Centre Bagindo Aziz Chan.

Comment