Opini

PKPS Menolak Tegas: Tak Ada Tempat untuk Narkoba dan Judi di Pasisia

2
×

PKPS Menolak Tegas: Tak Ada Tempat untuk Narkoba dan Judi di Pasisia

Sebarkan artikel ini

Oleh: Bakri Maulana

Sekjen DPP PKPS

ADA luka sosial yang hari ini menganga di tengah-tengah kita. Luka itu tidak selalu berdarah, tapi ia menggerogoti moral, meruntuhkan akhlak, merusak ketertiban umum dan yang paling berbahaya, mencuri masa depan generasi muda kita.

Itulah penyakit masyarakat (Pekat) .DPP PKPS tidak bisa lagi diam. Dari ranah hingga rantau, kami mendengar kegelisahan yang sama dari para orang tua, ninik mamak, alim ulama, dan bundo kanduang.

Kegelisahan tentang anak-anak kita yang kian dekat dengan narkoba, judi online yang masuk hingga ke kamar tidur, minuman keras yang merajalela, tawuran dan kekerasan yang dianggap biasa, serta pergaulan bebas termasuk LGBT, prostitusi, dan banjirnya konten pornografi yang merusak otak dan jiwa.

Belum lagi kenakalan remaja dan praktik premanisme yang membuat masyarakat tidak nyaman. Inilah sepuluh penyakit masyarakat yang nyata-nyata bertentangan dengan ajaran agama, adat, dan hukum, dan kini menjadi ancaman serius terhadap ketahanan keluarga, masyarakat adat, dan masa depan Pesisir Selatan.

Maka, sikap kami jelas.Pertama, DPP PKPS menolah segala bentuk penyakit masyarakat.

Penolakan ini bukan tanpa dasar. Kita adalah masyarakat Minangkabau yang hidup dengan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Segala bentuk perilaku yang merusak itu bertentangan secara frontal dengan ajaran Agama Islam yang menjadi suluh hidup kita, kedua nilai ABS-SBK yang menjadi jati diri kita, ketiga norma sosial dan budaya masyarakat Minangkabau yang santun dan bermarwah keempat Ketentuan peraturan perundang-undangan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga:  Dua Adik Walikota Bukittinggi Terpilih Rebut Hati Publik 

Tidak ada ruang tawar-menawar untuk narkotika, perjudian, miras, prostitusi, dan pergaulan menyimpang di Ranah Pesisir Selatan. Jika kita kompromi hari ini, kita akan kehilangan satu generasi esok hari.

Kedua, DPP PKPS mendukung penuh penegakan hukum.

Kami tidak ingin hanya beretorika. Kami mendukung langkah konkret Pemerintah Daerah, TNI, Polri, Kejaksaan, Pengadilan, serta para pemangku adat; ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang dan seluruh elemen masyarakat untuk melakukan empat langkah utama: Pencegahan, Pengawasan, Penindakan, dan Pembinaan.

Penegakan hukum tidak boleh tebang pilih. Bandar narkoba harus ditindak lebih keras dari pemakainya. Bandar judi online harus dikejar hingga ke akarnya. Tempat-tempat yang menjadi sarang maksiat dan miras harus ditertibkan tanpa pandang bulu. Adat harus bersanding dengan negara dalam menjaga nagari.

Ketiga, DPP PKPS Mendorong perlindungan generasi muda.

Baca Juga:  Asa Papiko

Inilah inti dari perjuangan kita. Musuh terbesar kita bukan orangnya, tapi pengaruh buruk yang merusak anak kemenakan kita.

Untuk itu, DPP PKPS mengajak seluruh keluarga besar PKPS, baik yang di kampung maupun di rantau, untuk kembali ke surau dan ke rumah gadang, diantaranya meningkatkan pengawasan terhadap anak, kemenakan, dan generasi muda kita. Jangan biarkan gadget menjadi tuhan baru yang mengajarkan mereka judi dan pornografi.

Kedua, perkuat pendidikan agama dan adat. Kembalikan anak-anak kita ke TPA, ke masjid, ke sanggar adat. Di sanalah benteng moral itu dibangun. Ketiga membangun lingkungan sosial yang sehat dan produktif. Isi waktu muda dengan kegiatan olahraga, kesenian, wirausaha, dan gotong royong dan terakhir generasi Rang Pasisia dijauhkan dari segitiga maut: narkoba, judi online, dan pergaulan bebas.

Pesisir Selatan dikenal sebagai negeri yang melahirkan ulama, pemimpin, dan pejuang berakhlak. Jangan biarkan negeri beradat ini hancur hanya karena kita abai.

Penyakit masyarakat adalah musuh bersama. Melawannya bukan hanya tugas polisi dan pemerintah, tapi tugas kita semua. Dari keluarga terkecil hingga organisasi terbesar.

Saatnya Pesisir Selatan bergerak. Saatnya kita selamatkan anak kemenakan kita..(*)