EkonomiSumatera Barat

Gubernur Mahyeldi Resmikan Pelatihan Perdana Pembuatan Pupuk Berbasis Batubara di Sumbar

120
×

Gubernur Mahyeldi Resmikan Pelatihan Perdana Pembuatan Pupuk Berbasis Batubara di Sumbar

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, membuka secara resmi program pelatihan pembuatan pupuk berbasis batubara pertama di dunia, yang digelar oleh Saputra Academy di Sumbar, Selasa (23/04/2024).Ist

PADANG — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, membuka secara resmi program pelatihan pembuatan pupuk berbasis batubara pertama di dunia, yang digelar oleh Saputra Academy di Sumbar, Selasa (23/04/2024). Salah satu tujuan digelarnya pelatihan ini adalah untuk mengatasi masalah kelangkaan pupuk serta menjaga kualitas tanah.

“Alhamdulillah, Sumbar saat ini dipercaya sebagai tempat penyelenggaraan pelatihan pembuatan pupuk berbasis batubara ini oleh Saputra Academy. Tentu saja ini kabar baik bagi kita semua, terutama sekali bagi para petani yang kerap menghadapi masalah kelangkaan pupuk,” ucap Gubernur dalam sambutannya saat acara pembukaan di Hotel Pangeran Beach Padang.

Program pelatihan ini, kata Gubernur, sangat sejalan dengan konsentrasi Pemprov Sumbar terhadap sektor pertanian, yang tercermin dari alokasi APBD Sumbar ke sektor tersebut yang mencapai angka 10 persen. Sumbar juga menyatakan kesiapan sebagai tempat pelaksanaan pelatihan serupa untuk masa-masa yang akan datang.

BACA JUGA  Pengecer Minyak Tanah Pangkalan CV SB, Pak Buyung: Mampu Sekolahkan Anak ke Perguruan Tinggi

“Terlebih dalam pelatihan yang akan berlangsung selama tiga bulan ini, diikuti oleh rekan-rekan kita dari negara Nigeria. Sehingga, program ini tentu juga mendatangkan devisa bagi kita. Untuk itu kita ucapkan terima kasih kepada Saputra Academy selaku penyelenggara dan produsesn pupuk futusan berbasis batubara ini,”ucap Gubernu lagi.

Sementara itu, Duta Besar (Dubes) RI untuk Nigeria, Usra Hendra Harahap mengatakan, Nigeria adalah negara dengan lahan pertanian yang cukup luas. Secara umum, diperkirakan kebutuhan pupuk di Nigeria mencapai 1,8 juta ton per tahun untuk 3 juta hektare total luas lahan pertanian.

“Selama ini Nigeria bergantung pada pupuk kimia (NPK) dan urea, namun tentu hal itu menyebabkan penurunan kualitas nutrisi tanah di sana. Sementara itu, penggunaan pupuk batubara tidak mengurangi kandungan nutrisi tanah. Oleh karena itu, Nigeria berminat mengikuti pelatihan ini,” kata Usra.

BACA JUGA  Pemprov Sumbar Fokus Bangun Pertanian untuk Peningkatan Ekonomi

Salah satu keunggulan produk pupuk batubara yang diproduksi oleh Saputra, sambungnya, adalah kemampuan mengembalikan 26 nutrisi ke dalam tanah. Sehingga, produk pertanian yang dihasilkan memiliki kualitas baik dengan waktu panen yang relatif lebih cepat.

Comment