PADANG – Pemerintah Kota Padang meluncurkan Program 3T (Tahsin, Tafsir, dan Tahfiz) sebagai penguatan Program Unggulan (Progul) Smart Surau. Program tersebut menjadi penyempurnaan kurikulum pendidikan Alquran pada Ta’limul Qur’an lil Aulad (TQA) dan Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha (MDTW) di Kota Padang.
Peluncuran dilakukan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, di sela Sosialisasi Kurikulum Program 3T bagi ribuan guru TQA dan MDTW se-Kota Padang di Masjid Agung Nurul Iman, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril, Plt Kepala Bagian Kesra Setdako Padang Zul Asfi Lubis, Ketua Harian LPTQ Kota Padang Salmadanis, serta para narasumber.
Program 3T dirancang untuk meningkatkan kualitas bacaan, pemahaman, dan hafalan Alquran bagi pelajar SMP sederajat di Kota Padang. Melalui program ini, peserta didik diharapkan mampu mengamalkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari.
Maigus Nasir menjelaskan, Program 3T menjadi langkah lanjutan dalam membangun generasi Qurani melalui penguatan kualitas pendidikan keagamaan di Kota Padang.
“Melalui pembelajaran 3T, kami ingin anak-anak tidak berhenti setelah khatam, tetapi terus membaca, memahami, dan menghafal Alquran. Kita berharap program ini diikuti dengan baik oleh peserta didik, dan guru-guru TQA dan MDTW mampu mengajar secara baik sesuai tuntunan kurikulum yang ditetapkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembelajaran tahsin difokuskan pada penyempurnaan bacaan Alquran sesuai kaidah tajwid. Materi tafsir diarahkan pada pemahaman surat-surat dalam Juz 30, sedangkan tahfiz bertujuan membiasakan peserta didik berinteraksi dengan Alquran melalui hafalan yang berkesinambungan.
Menurut Maigus, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kesiapan para guru dalam menerapkan kurikulum yang telah disusun sehingga proses pembelajaran berjalan efektif.
“Pembelajaran 3T mulai diterapkan pada 16 Juli 2026 dengan pelaksanaan setiap Kamis, Jumat, dan Sabtu malam di masjid serta musala yang memiliki TQA atau MDTW. Kegiatan diawali dengan salat Magrib berjamaah dan berakhir setelah salat Isya,” katanya.
Melalui sosialisasi tersebut, para guru TQA dan MDTW mendapatkan pemahaman mengenai kurikulum baru sekaligus metode pembelajaran yang akan diterapkan kepada peserta didik.
Pemko Padang berharap Program 3T mampu memperkuat implementasi Smart Surau, meningkatkan kualitas pendidikan Alquran, serta melahirkan generasi muda yang memiliki bacaan, pemahaman, dan hafalan Alquran yang lebih baik.
Program tersebut juga diharapkan menjadi salah satu upaya membentuk karakter generasi muda yang religius, berakhlak mulia, dan mampu mengamalkan ajaran Alquran dalam kehidupan sehari-hari. (Bdr)







