Opini

Karajo KONA Sumbarang Kanai

8
×

Karajo KONA Sumbarang Kanai

Sebarkan artikel ini

SEORANG atlet ikut bakacumuih tubuih sata Porprov 2026, sejak terdengar kabar alek olahraga ini akan ditabuh awal Oktober 2026 ia telah bersitungkin latihan. Bahkan, siang dan malam, lucu tak takana amak dan abak nyai, karena saking sibuknya.

Singkat cerita, sebut saja atlet ini namanya, Buyuang Sumbarang Kanai alias Buyuang SK, hasil basitungkinnya latihan ia memperoleh medali perunggu. Sambil, menganceh Buyuang SK menerima medali nomor pincit itu.

Sembari menggerutu Buyuang SK menyumpah serapah organisasi yang mengurus atlet berprestasi yang disebut Komite Olahraga Nagari Antahbarantah (KONA) di kota ini. Ia mengaku sial benar, sudah pakaian atau acesories perlengkapan menghadapi lomba, belum komplit diterimanya, ditambah pula dengan perolehan medali perenggu. Sementara, Buyuang SK sudah bersitungkin latihan siang dan malam, bahkan sampai lupa makan nasi dingin amaknya.

Kemudian, Buyuang SK berturo – turo kepada KONA, yang main kicuh saja. Kabarnya atlet atau pengurus Cabor banyak yang belum menerima pakaian dan acesories pertandingan dengan lengkap. Informasi, atlet yang baru menerima baru sebagian,kayak dicicil.

Baca Juga:  Pariwisata Separuh Hati

Di antaranya, ada yang baru menerima jaket, training dan sepatu saja. Sebagian ada pula yang hanya menerima kaos dan sepatu saja. Lucunya, sepatu terdiri dari empat merek dan empat warna pula.

Kabar anginnya bisik Buyuang SK, yang menjadi pengadaan pakaian Porprov ini dua orang oknum pengurus KONA. Lucu dan bin anehnya, sebagai pelaku pengadaan tidak mengantongi SK dari ketua KONA – nya. Aneh – aneh dan lucu – lucu saja kerja pengurus KONA itu, sebut Buyuang SK. Katanya, sekedar tim adhoc saja, walaupun Buyuang SK ndak mengerti apa itu Tim Adhoc.

Keanehan lainya, si pengadaan ini sambil jalan – jalan ke Pulau Jawa, sepulang dari pulau yang terkenal dengan tempenya itu memberikan kepada Ketua KONA salah satu nama perusahan sebagai pengadaan. Yang jadi pertanyaan Buyuang, kok satu saja nama perusahan Pengadaanya, seharusnya kan ada tiga perusahan dengan sampel barang masing – masing. Buyuang SK, membatin besok sudah alek nanti pasti bagaleboh mah, sambil Buyuang SK cilingak-cilinguk.

Baca Juga:  Program Social Security Cara Pemda Bukittinggi

Di sisi lain lagi Buyuang SK memprediksi, ke depan apakah isu ini tidak akan diendus aparat penegak hukum (APH) yang bersemayam di bilangan jalan Gajah Mada. Ini sebuah komgkalingkong, dengan asal dana berasal dari uang rakyat APBD kota ini. Sambil mengunyah nasi dingin anaknya, Buyuang SK mengaku kesal sekaligus rada – rada berang ulah prilaku oknum pengurus KONA tersebut. Maa galas nan ka balabo saja, sebut Buyuang SK.

Besok, kalau diundang pelaku pengadaan pakaian KONA itu oleh APH ke Jalan Gajah Mada, Buyuang SK tak sata. Karena, ia korban pula. Tangan macancang, bahu mamikua. Ketua KONA ketika dikonfirmasi, enggan berkomentar panjang lebar, lalu melucuih saja pergi. (*)