Peristiwa

Gempa M4,5 Guncang Padang Pariaman, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

15
×

Gempa M4,5 Guncang Padang Pariaman, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Sebarkan artikel ini

PADANG — Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 4,5 mengguncang wilayah Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin siang (8/6/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Dr. Suaidi Ahadi, S.T., M.T., menjelaskan gempa terjadi pada pukul 13.39.24 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa berada pada koordinat 0,88 derajat Lintang Selatan dan 100,25 derajat Bujur Timur.

Pusat gempa berada di laut pada jarak sekitar 28 kilometer selatan Padang Pariaman dengan kedalaman 68 kilometer. Berdasarkan lokasi dan kedalaman hiposenter, gempa tersebut termasuk gempa menengah yang dipicu aktivitas zona subduksi.

Baca Juga:  BPBD Sumbar Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi

“Dengan memperhatikan lokasi dan kedalaman pusat gempa, gempa yang terjadi merupakan gempa dalam akibat adanya aktivitas zona subduksi,” ujar Suaidi Ahadi.

Berdasarkan estimasi peta guncangan BMKG, gempa dirasakan di Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Pariaman dengan intensitas II hingga III MMI. Getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

“Gempa dirasakan di Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Pariaman pada skala II hingga III MMI,” kata Suaidi Ahadi.

Hingga beberapa menit setelah kejadian, BMKG belum menerima laporan adanya kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga:  PT Supreme Energy Bakal Tambah Pembangkit Senilai Rp14 Triliun di Solok Selatan

“Hingga Senin (8/6/2026) pukul 13.45 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock,” ujar Suaidi Ahadi.

BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah Sumatera Barat dan mengingatkan masyarakat untuk selalu mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan BMKG terkait perkembangan gempa bumi. (Bdr)