PADANG – Perumda Air Minum Kota Padang mengimbau pelanggan di sejumlah wilayah Kota Padang untuk menampung air sebagai cadangan menyusul dimulainya pekerjaan rehabilitasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun mulai 21 Juli 2026. Perbaikan tersebut merupakan bagian dari proyek penanganan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pascabencana yang dilaksanakan PT Hutama Karya (Persero) guna memulihkan layanan air bersih di Sumatera Barat.
Kasubag Humas dan Protokoler Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan proyek tersebut merupakan tindak lanjut dari kerusakan parah yang ditimbulkan banjir bandang pada November 2025. Bencana itu merusak sejumlah jaringan perpipaan utama serta fasilitas produksi air milik Perumda Air Minum Kota Padang.
Salah satu fasilitas yang mengalami kerusakan adalah IPA Gunung Pangilun. Sebelum bencana, instalasi tersebut mampu memproduksi air bersih hingga 500 liter per detik. Namun setelah bencana, kapasitas produksinya turun sekitar 25 persen akibat rusaknya sejumlah infrastruktur penting, termasuk bangunan accelerator atau water clarifier.
Katanya, bangunan accelerator berfungsi sebagai pusat pengolahan air yang menggabungkan proses koagulasi, flokulasi, dan sedimentasi dalam satu sistem. Kerusakan pada beberapa komponennya membuat kualitas dan kapasitas produksi air menurun sehingga diperlukan perbaikan menyeluruh.
Perbaikan akan dilakukan secara bertahap pada dua unit accelerator. Tahapan pekerjaan meliputi pembongkaran rangka tube settler, pembongkaran rangka bawah, pemasangan rangka kolom dan balok, pemasangan rangka dudukan, hingga pemasangan 444 unit tube settler pada masing-masing accelerator.
“Selama proses perbaikan berlangsung, satu unit accelerator akan tetap dioperasikan sehingga kapasitas produksi air berkurang. Perbaikan setiap unit diperkirakan memakan waktu sekitar empat minggu, sedangkan seluruh proyek rehabilitasi ditargetkan selesai pada Desember 2026,”ungkapnya.
Akibat penurunan produksi tersebut, distribusi air diperkirakan mengalami gangguan di sejumlah wilayah layanan. Pelanggan di kawasan GOR, S. Parman, Sawahan, Aur Duri, Lubuk Lintah, Kalumbuk, dan Batang Arau diperkirakan masih memperoleh aliran air pada siang hari, namun dengan tekanan yang lebih rendah.
Sementara itu, pelanggan di kawasan Jati Adabiah, Ampang, Belanti, Nipah, Parak Gadang, dan Sisingamangaraja diperkirakan hanya menerima aliran air pada malam hari. Adapun wilayah Purus, Pancasila, Rohana Kudus, dan Pasopati berpotensi mengalami penghentian aliran air sementara selama proses pekerjaan berlangsung.
“Kami mengimbau seluruh pelanggan untuk menampung air sebanyak-banyaknya saat aliran masih tersedia dan menggunakan air secara hemat selama proses perbaikan berlangsung. Langkah ini penting agar kebutuhan air sehari-hari tetap dapat terpenuhi hingga pekerjaan selesai,” ujar Adhie.
Dia menambahkan, proyek rehabilitasi tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama dalam mempercepat pemulihan infrastruktur air bersih pascabencana. “Kami berharap seluruh proses perbaikan berjalan lancar sehingga fasilitas produksi air dapat kembali beroperasi secara optimal dan memberikan pelayanan yang lebih andal kepada pelanggan. Kami juga mengajak masyarakat menggunakan air seperlunya selama masa pekerjaan berlangsung,” tutupnya, Adhie.







