Budaya

Lurah Pasar Ambacang Dukung Festival Adat, untuk Melestarikan Adat Nagari

523
×

Lurah Pasar Ambacang Dukung Festival Adat, untuk Melestarikan Adat Nagari

Sebarkan artikel ini

PADANG – Lurah Pasar Ambacang Yudi Asril SSos mendukung program unggulan (Progul) Walikota Padang Sinergi Nagari, yang direalisasikan Camat Kuranji dengan menggelar festival adat Salingka Nagari Pauh IX.

“Yakni, Camat Kuranji dalam waktu dekat ini bakal menggelar lomba pasambahan adat kamatian di bawah payuang, batagak gala dan randai, ujar Yudi Asril di ruang kerjanya, Jumat (10/10/2025).

Dikatakan Yudi, saat ini dia sebagai Lurah dengan ninik mamak Tapian Koto Nan Batujuh telah bersinergis, untuk mengikuti lomba adat Minangkabau salingka Nagari Pauh IX Kuranji, yang digelar 13 hingga 15 Oktober 2025. Tim, yang akan mengikuti lomba adat sudah ada orang – orangnya.

Baca Juga:  Babarito dengan Masyarakat Gurun Laweh Padang, Indra Catri Berbalas Pantun

Ditambahkan, kekomitan Lurah Pasar Ambacang bersama ninik mamak Tapian Koto Nan Batujuh mengikuti lomba ini tak terlepas bagaimana nilai – nilai adat salingka Nagari Pauh IX Kuranji tetap eksis dan tumbuh berkembang. Selain itu bagaimana generasi muda yang merupakan anak kamanakan di nagari ini mengenal adat dan budayanya.

“Sebab, jika generasi muda yang notabene anak kamanakan dalam nagari telah mengenal adat dan budaanya akan memperkuat karakternya,” ujar Yudi.

Dicontohkan Yudi, ketika generasi muda Minang lalok di Surau (menginap di surau – red), banyak melahirkan generasi yang sukses baik di ranah maupun di perantauan. Tidak sebagai pelaku usaha seperti berdagang, akan tetapi juga di profesi lainya. Seperti sebagai pejabat pemerintahan, militer, yudikatif dan parlemen. Serta tokoh agama di level nasional.

Baca Juga:  Sediakan Rp14,1 Miliar, Safari Ramadhan Pemprov Sumbar tak Boyong Banyak Rombongan

“Pada umumnya generasi era tersebut memiliki karakter yang kuat yang berakhlakulkarimah, sehingga menjadi suri tauladan di daerah maupun di nasional,” kata Yudi.

Semua itu, tak terlepas dari latar belakang pendidikan yang didapat di wadah surau tadi. Di antaranya, mereka mendapatkan dasar pendidikan agama dan adat secara tegak lurus. Bahkan, di surau itu mereka juga mendapatkan bekal bela diri pencak silat maupun seni tradisi dan pepatah petitih sehingga menjadi modal mereka berdiri di forum daerah dan narioanal. “Sehingga, tak terbantahkan generasi lalok di surau banyak melahirkan generasi emas,” katanya. (drd)