AGAM – Cuaca ekstrem memicu kejadian bencana di sejumlah wilayah Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam. Longsor yang terjadi sejak Sabtu malam (9/12) akibat hujan deras di Bukittinggi dan Agam Timur telah menutup akses jalan dan merusak dua rumah warga.
Longsor terparah terjadi di Jorong Muaro, Nagari Kotorantang, tepatnya di ruas Jalan Raya Bukittinggi-Medan KM 17. Material longsor masih menimbun badan jalan, menyebabkan kemacetan panjang.
Kapolsek Palupuh, Iptu Rommy Hendra Korniawan, menyatakan ada delapan titik longsor di Kecamatan Palupuh, termasuk di Jalan Alang Laweh dan Jorong Batangpalupuh, Nagari Kotorantang.
Beberapa rumah warga mengalami kerusakan signifikan pada bagian dapur dan kamar akibat longsor tersebut. Tim gabungan dari TNI-Polri, BPBD, dan masyarakat lokal telah membersihkan sebagian titik longsor untuk mengembalikan akses jalan.
Sementara itu, banjir bandang susulan melanda Jorong Sungairangeh, Nagari Bayua, Kecamatan Tanjungraya, pada Jumat malam. Sebanyak 234 jiwa dari 74 keluarga terpaksa mengungsi ke SDN 02 Bayur dan kantor wali nagari setempat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Ichwan Pratama Danda, menyatakan bahwa 38 unit rumah warga rusak akibat banjir bandang.
Pemerintah daerah dan nagari telah memberikan bantuan selimut dan logistik kepada korban. Meskipun sebagian warga sudah kembali membersihkan rumah mereka, beberapa masih bertahan di kantor wali nagari. Material banjir, seperti kayu dan batu berlumpur, menutup akses jalan dan merusak fasilitas pendidikan.
Bupati Agam, Andri Warman, turun langsung meninjau lokasi bencana dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat kondisi cuaca yang masih dalam musim penghujan. “Tetap waspada dan hati-hati akan banjir bandang susulan,” ujar Bupati Andri Warman.(Bdr)







