Sumatera Barat

Jadi Narasumber di KLHK, Gubernur Mahyeldi Ceritakan Hutan Nagari Disulap Jadi Objek

332
×

Jadi Narasumber di KLHK, Gubernur Mahyeldi Ceritakan Hutan Nagari Disulap Jadi Objek

Sebarkan artikel ini
Gubernur Mahyeldi, menjadi narasumber penanggap pada Talkshow "Prospek Multiusaha Rakyat Menuju Pembangunan Hijau", yang dihelat oleh Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Sabtu (16/09/2023).humas

PADANG – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, menjadi narasumber penanggap pada Talkshow “Prospek Multiusaha Rakyat Menuju Pembangunan Hijau”, yang dihelat oleh Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Sabtu (16/09/2023) di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta.

Dalam materinya, Gubernur Mahyeldi mengungkapkan pentingnya perhatian pemerintah, kesadaran masyarakat, serta semangat generasi muda dan mahasiswa, untuk mendukung program-program pemberdayaan perhutanan sosial. Gubernur pun menyampaikan beberapa contoh kolaborasi ketiga unsur tersebut dalam pengelolaan perhutanan sosial di Sumbar.

“Di Sumatera Barat terdapat hutan nagari yang menjadi tempat bergantung hidup sebagian besar warga yang menetap di kawasan perhutanan. Mereka ikut menjaga kawasan hutan, dan untuk mengapresiasinya tidak cukup dengan tepuk tangan. Harus ada pemberdayaan sehingga mereka bisa lebih hidup dari pengelolaan hutan,” kata Mahyeldi.

BACA JUGA  Sosialisasi Perizinan Berbasis Risiko, Gubernur Mahyeldi Berharap Pelaku UMKM Makin Eksis

Mahyeldi menyebutkan, di antara pemanfaatan hutan sosial yang berhasil di Sumbar hadir dalam wujud Objek Wisata Alam Nyarai di Kabupaten Padang Pariaman. Kawasan hutan ini disulap oleh para mahasiswa yang pulang kampung, bersama masyarakat dan pegiat wisata, sehingga mendatangkan sisi komersil yang sangat menjanjikan.

“Dulu sebelum ada objek wisata ini, ada warga yang terlibat illegal loging, tapi setelah ada wisata Nyarai, mereka sekarang jadi pemandu wisata dan bisa lebih hidup dengan profesi itu ketimbang dari menebang hutan secara ilegal,” kata Mahyeldi lagi.

Oleh karena itu, sambung Mahyeldi, ia bersama jajaran di Pemprov Sumbar dari tahun ke tahun selalu meningkatkan penganggaran untuk pengelolaan perhutanan sosial. Dari yang semula senilai Rp9 miliar pada tahun 2021, terus ditingkatkan hingga mencapai Rp16 miliar pada tahun ini. Namun demikian, ia menegaskan bahwa keterlibatan banyak pihak sangat diperlukan agar pemanfaatan perhutanan sosial dapat lebih maksimal.

BACA JUGA  Untuk Semangat Baru dan Pemimpin Baru, Pemuda Muhammadiyah Segara Musywil

Comment