BUKITTINGGI — TAK banyak yang tahu, hari ini, 8 Mei adalah perayaan hari jadi Palang Merah Internasional .
Lembaga kemanusiaan itu, dalam sejarahnya didirikan oleh Henry Dunant setelah menyaksikan penderitaan 40.000 korban perang di Pertempuran Solferino, Italia (1859).
Henry lantas menulis buku “A Memory of Solferino” (1862) yang memicu berdirinya Komite Internasional Palang Merah (ICRC) di Jenewa pada 1863, serta Konvensi Jenewa 1864 untuk perlindungan medis netral.
Tanggal 8 Mei diperingati sebagai Hari Palang Merah Internasional, sesuai dengan hari kelahiran Henry Dunant.
World Red Cross and Red Crescent Day atau Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia diperingati dengan tujuan merayakan prinsip-prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.
Melansir dari laman resmi International Comitte of the Red Cross (ICRC), Palang Merah muncul atas inisiatif seorang pria bernama Henry Dunant, yang membantu tentara yang terluka di pertempuran Solferino pada tahun 1859.
Dia kemudian melobi para pemimpin politik untuk mengambil tindakan lebih banyak guna melindungi para korban perang.
Terdapat dua gagasan utama yang diusung oleh Henry Dunant. Pertama, sebuah perjanjian yang mewajibkan tentara untuk merawat semua prajurit yang terluka. Kedua, pembentukan masyarakat nasional yang akan membantu layanan medis militer.
Dunant pun menuangkan idenya dalam buku kampanye “A Souvenir of Solferino” yang diterbitkan pada tahun 1862.
Menanggapi gagasan tersebut, Komite Kesejahteraan Publik di kota kelahirannya di Jenewa kemudian mengangkatnya dan membentuk kelompok kerja (awal mula ICRC, dengan Henry Dunant sebagai sekretaris) pada Februari 1863.
Kemudian pada Oktober, sebuah konferensi internasional diadakan untuk meresmikan konsep masyarakat nasional.
Konferensi tersebut juga menyepakati lambang standar untuk mengidentifikasi tenaga medis di medan perang.
Lambang tersebut yakni palang merah dengan latar belakang putih. (Lambang bulan sabit merah diadopsi oleh Kekaisaran Ottoman (Turki) pada tahun 1870-an).
Kemudian pada Agustus 1864, delegasi dari sejumlah negara mengadopsi Konvensi Jenewa pertama, yakni mewajibkan tentara untuk merawat semua tentara yang terluka di pihak mana pun mereka berada.
Perkembangan ini menempatkan ICRC sebagai awal mula Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.
Pada awalnya, tugas ICRC adalah mendorong pembentukan masyarakat nasional (pertama di negara bagian Württemberg, Jerman, pada November 1863) dan bertindak sebagai saluran komunikasi di antara mereka.
Operasi lapangan pertamanya dilakukan pada tahun 1864, yakni selama perang antara Jerman dan Denmark.
Delegasi dikirim untuk bekerja di setiap sisi garis depan. Ini menandakan dimulainya peran operasional ICRC sebagai perantara netral antara pihak-pihak yang berperang.
Gagasan Dunant pun mendapat tanggapan positif di antara para pemimpin dan dermawan, kelompok kesejahteraan dan masyarakat. Pada tahun-tahun berikutnya, masyarakat nasional didirikan di seluruh Eropa.
Konvensi Jenewa kemudian diadaptasi untuk memasukkan korban luka, sakit dan korban karam dalam peperangan di laut, dan pemerintah mengadopsi undang-undang lain (seperti Konvensi Den Haag) untuk melindungi korban perang.
Pada akhir abad ke-19, Henry Dunant mengalami kegagalan dalam bisnisnya. Keadaan pun memaksanya untuk mundur dari Jenewa serta peran aktifnya di Palang Merah.
Tetapi pada tahun 1901 ia menjadi penerima pertama Nobel Perdamaian bersama dengan Pasifis Prancis dan Frédéric Passy.
Dunant meninggal pada tahun 1910. Pada saat itu Palang Merah dan Konvensi Jenewa telah mengakar di Eropa, Amerika Utara dan Selatan, Asia dan Afrika.
Usai masa perang gerakan Palang Merah masih terus digalakkan bahkan di setiap negara.
Tanggal 8 Mei pun dijadikan momentum untuk memperingati Hari Palang Merah secara Internasional.
Hari Palang Merah Internasional pertama kali dirayakan pada tanggal 8 Mei 1948. Nama peringatannya pun berubah seiring waktu.
Hingga tahun 1948 digunakan “World Red Cross and Red Crescent Day” atau di Indonesia disebut dengan Hari Palang Merah Internasional.
Hari Palang Merah Internasional ini bertujuan untuk merayakan jaringan sukarelawan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di seluruh dunia.
Serta menegaskan kembali komitmen yang tak tergoyahkan untuk kemanusiaan yang setara dan merenungkan prinsip-prinsip dasar Palang Merah.
Palang Merah Indonesia (PMI)
Palang Merah Indonesia (PMI) resmi didirikan pada 17 September 1945. Organisasi ini dibentuk tepat satu bulan setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, dengan Drs. Mohammad Hatta sebagai ketua umum pertamanya.
Palang Merah Indonesia (PMI) bertugas membantu pemerintah dalam bidang kemanusiaan, terutama dalam penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan, dan transfusi darah.
Berdasarkan UU No. 1 Tahun 2018, PMI juga fokus pada pembinaan relawan, penanganan konflik, serta penyebarluasan prinsip dasar kemanusiaan.
Layanan ini meliputi tanggap darurat bencana, donor darah, hingga edukasi kesehatan.
Tugas Pokok dan Fungsi PMI:
1. Penanggulangan Bencana: Kesiapsiagaan, evakuasi, dapur umum, dan distribusi bantuan kepada korban bencana alam maupun sosial.
2. Pelayanan Darah: Mengelola donor darah sukarela dan menyediakan darah yang aman serta berkualitas.
3. Pelayanan Kesehatan & Sosial: Memberikan pertolongan pertama, pelayanan kesehatan masyarakat, dan dukungan psikososial.
4. Pembinaan Relawan: Membentuk dan membina sukarelawan (PMI, KSR, TSR, PMR).
5. Diseminasi Hukum Humaniter Internasional (HPI): Menyebarluaskan prinsip-prinsip dasar gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.
PMI bekerja berdasarkan 7 Prinsip Dasar: Kemanusiaan, Kesukarelaan, Kesamaan, Kemandirian, Kesatuan, Kenetralan, dan Semesta.
Demikian mulianya tugas yang diemban lembaga kemanusiaan ini, tentunya menjadi tanggung jawab seluruh anak bangsa untuk mensukseskan program kerja lembaga tersebut.
Jangan sampai nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi ruh PMI dalam menjalani tugas kemanusiaan itu, justru memudar dengan banyaknya kepentingan yang menyusupinya.
Kelembagaan PMI dan personil yang menjalankannya harus tetap netral dalam melaksanakan tupoksi kelembagaan PMI.
Karenanya, melalui hari jadi Palang Merah Internasional, mari terus gelorakan kepedulian akan sesama. (Aul)
Semangat Peringati Hari Lahir Palang Merah Internasional







