Sumatera Barat

Punya Kepedulian Tinggi, Gubernur Mahyeldi Dianugerahi Gelar Kehormatan “Abah Rakean”

225
×

Punya Kepedulian Tinggi, Gubernur Mahyeldi Dianugerahi Gelar Kehormatan “Abah Rakean”

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menerima anugerah gelar kehormatan "Abah Rakean" dari Pengurus Besar (PB) Paguyuban Pasundan Sumbar di Auditorium Gubernuran, Sabtu (15/9/2023).Humas

PADANG – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menerima anugerah gelar kehormatan “Abah Rakean” dari Pengurus Besar (PB) Paguyuban Pasundan Sumbar karena dinilai memiliki kepedulian besar terhadap masyarakat etnis sunda yang berdomisili di Sumbar.

Acara penganugerahan itu berlangsung di Auditorium Gubernuran, Sabtu (15/9/2023). Dalam sambutannya usai menerima gelar tersebut, Gubernur menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada dirinya oleh oleh Warga Sumbar asal Jawa Barat.

“Pertama tentu kita sangat berterima kasih atas kepercayaan dari Masyarakat Pasundan kepada kami, ini bukan hanya buah dari keberhasilan saya secara pribadi, tapi juga berkat dukungan seluruh masyarakat Sumbar,” ucap Gubernur Mahyeldi dihadapan ratusan warga Sumbar asal tanah pasundan yang hadir dalam acara tersebut.

BACA JUGA  Sempat Putus, Jembatan Labuhan di Pessel Sudah Bisa Dilalui

Mahyeldi mengaku sangat bersyukur, meski pun Prov. Sumbar didiami oleh banyak suku dengan komposisi beragam, namun keharmonisan dan kerukunan masyarakatnya bisa terus terawat hingga sekarang. Bahkan menurutnya hal itu, berhasil membuat Prov. Sumbar menjadi salah satu daerah tujuan wisata favorit yang aman dan nyaman di Indonesia.

“Kerukukunan dalam keberagaman, telah menjadi sebuah kekuatan tersendiri bagi Sumbar. Kita mesti mensyukuri itu, merawat itu, menjaga itu agar kemudian bisa menjadi teladan bagi anak cucu kedepan,” tegas Mahyeldi

Selanjutnya Gubernur Mahyeldi menuturkan, saat ini penduduk Sumbar berjumlah 5,64 juta jiwa dimana 68.000 orang di antaranya berasal dari suku Sunda. Kehidupan berdampingan di Sumbar tersebut, bukan hanya saat ini saja tapi telah berlangsung semenjak 64 tahun silam.

BACA JUGA  Sekdaprov Sumbar Ajak Masyarakat Manfaatkan Hak Pilih dalam Sosialisasi Pemilu 2024

“Jadi itu tidak hanya sekarang tapi telah terjalin sejak 64 tahun silam. Itu bukti bahwa Sumbar itu toleran dan aman terhadap suku apapun,” pungkas Mahyeldi.

Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi PB Pasundan Prof. Dr. Ir. H. Eddy Jusuf Sp, M.Si., M.Kom., IPU mengatakan alasan kenapa Gubernur Sumbar diberikan gelar “Abah Rakean” itu adalah bentuk apresiasi kami atas kepedulian Gubernur Mahyeldi terhadap warganya yang membutuhkan bantuan tanpa membedakan etnis atau asal daerah.

Comment