Peristiwa

Ombudsman Sumbar Sayangkan Sikap Gubernur Mahyeldi Enggan Terima Warga Pengunjuk Rasa dari Air Bangis

502
×

Ombudsman Sumbar Sayangkan Sikap Gubernur Mahyeldi Enggan Terima Warga Pengunjuk Rasa dari Air Bangis

Sebarkan artikel ini
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumbar, Yefri Heriani.Ist

PADANG – Giliran Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat angkat bicara. Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumbar, Yefri Heriani menyayangkan sikap Gubernur Mahyeldi yang enggan menemui warganya.

“Kami Menyayangkan sikap Mahyeldi, Gubernur Sumbar, yang terlihat enggan menemui rakyat sendiri yang datang jauh-jauh dari Ais Bangis guna menyampaikan aspirasi,”katanya dalam relis tertulis.

Seharusnya, katanya sebagai pelayan masyarakat, dengan pengamanan yang memadai, Gubernur menemui masyarakatnya itu.

Terlepas, apakah Gubernur akan mengabulkan aspirasi masyarakat, namun sebagai kepala daerah sudah seharusnya memperlihatkan sikap yang bijak dengan melayani dan menemui langsung masyarakatnya itu.

Gubernur, hanya tampak sekali secara tak terduga datang ke Masjid Raya Sumbar untuk sholat subuh.

BACA JUGA  BPTD Sumbar Usulkan Rp152 Miliar untuk Benahi Sarana Transportasi Darat

Dan justru, memperlihat sikap yang terkesan emosional, saat ditemui masyarakat saat keluar dari masjid di pagi hari.

“Sikap semacam ini, kami duga telah memancing masyarakat yang membuat mereka terus bertahan,”ujarnya.

Karena secara langsung, tak dapat bertemu dengan Gubernur. Gubernur justru terlihat tak membesarkan hati rakyat dengan membujuknya untuk pulang ke Air Bangis.

Yefri menegaskan, kegagalan pemerintah berkomunikasi dengan masyarakat, membuat masyakarat justru dipulangkan secara paksa. Sayang sekali, upaya ini dicederai dengan tangisan masyarakat, dan ditahannya 17 orang masyarakat.

Ombudsman mempertanyakan penangkapan itu, karena yang ditangkap adalah wartawan, yang seharusnya dijamin oleh konstitusi dan meliput peristiwa.

Demikian dengan juga advokat dan pendamping masyarakat, yang sejatinya sedang mengerjakan tugasnya sebagai pengacara dan aktivis sipil.

BACA JUGA  Kampanye Terbuka Dimulai, Pemprov Sumbar Tingkatkan Pengawasan Terhadap Netralitas ASN

Apalagi, menangkap tokoh masyarakat, juga ditahan tidak dalam sedang demo. Justru sedang beristirahat di Masjid. Ombudsman meminta Kapolda memeriksa kembali perilaku dan prosedur aparatnya itu.

Jangan sampai, cara-cara polisi justru menyimpang dari tugas tugas mulianya; menegakkan hukum secara adil, melayani, mengayomi dan melindungi masyarakat.

Comment