PADANG – Sejumlah kawasan di tiga wilayah, Kabupaten Agam, Padang Pariaman dan Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat, dilanda bencana banjir dan longsor. Peristiwa tersebut berlangsung pada hari ini, Jumat (14/7/2023).
Bencana itu menelan tiga korban jiwa. Satu orang di Kota Pariaman, yang dinyatakan hanyut, kemudian ditemukan dalam keadaan meninggal. Dua warga korban longsor masih dinyatakan hilang di Jorong Pantas, Kabupaten Agam.
Kemudian dua orang anak, meninggal tertimbun longsor di Kota Padang. Anak balita tersebut adalah dua bersaudara, Fadlan Kalif Putra (5) dan Fikri Aulia Sidiq (3). Keduanya anak pasangan Hendri Gunawan (35) dan Rizki Mulyani (29), warga RT 002 RW 001, Kelurahan Bukit Gado-gado, Kecamatan Padang Selatan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatra Barat melaporkan tiga wilayah administrasi yang terdampak banjir yaitu Kabupaten Agam, Padang Pariaman dan Kota Padang.
“Dari tiga daerah yang terdampak, paling parah ada di Kota Padang,”sebut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang, Rumainur Jumat,(14/7/2023).
Sejumlah kerusakan teridentifikasi di Jorong Alai Nagari Koto Malintang, material longsor menutup ruas jalan provinsi sehingga kendaraan tidak dapat mengaksesnya. Longsoran juga berada di Jorong Muko-muko. Bencana ini merusakkan rumah 2 unit di Jorong Muko-muko, sedangkan beberapa rumah lain di Jorong Sigiran, Jorong Pantas dan Jorong Batunangai.
Wilayah lain di Agam yang terdampak tanah longsor antara lain di Jorong Pandan, Jorong Sungai Tampang, Jorong Sungai Tampang dan Jorong Galapung. Sedangkan bencana banjir, Jorong Muko-muko Nagari Koto Malintang juga terkena dampak Banjir. BPBD setempat masih melakukan asesmen kebutuhan dan dampak bencana banjir dan longsor.
Longsor di wilayah Kabupaten Padang Pariaman merusak rumah warga, seperti di Nagari Lubuak Pandan dan Nagari Anduriang. Satu rumah warga rusak dan sejumlah titik longsor menutup akses jalan. BPBD mencatat rumah warga terdampak mencapai 800 unit.
Masih di Kabupaten Padang Pariaman, beberapa titik dilanda banjir, di antaranya Nagari Parit Malintang di Kecamatan Anam Lingkuang, Nagari Kasang di Kecamatan Batang Anai, Nagari Bisati Sungai Sariak dan Nagari Balah Aia Utara di Kecamatan VII Koto.
Sementara itu, banjir dan longsor juga melanda Kota Padang. BahkanSejumlah titik terdampak banjir dengan tinggi muka air mencapai 100 cm.
Seperti di daerah Dadok Tunggul Hitam, Mata Air, Parak Jambu, Maransi dan Lubuk Buaya. Untuk daerah-daerah tertentu banjir mulai surut menjelang siang.
“BPBD yang wilayahnya terdampak telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Sumatra Barat. Koordinasi dan asesmen juga dilakukan dengan pihak nagari dan kecamatan,”katanya.
Bahaya banjir dan tanah longsor masih mengancam Sumbar beberapa hari ke depan. Untuk itu warga masyarakat diminta tetap waspada, terutama yang bermukim di daerah kemiringan dan dekat aliran sungai.
Sementara untk korban jiwa, BPBD Sumbar baru menerima laporan resmi 1 orang di Kota Pariaman. Untuk korban di Kota Padang, belum dilapornkan BPBD Kota Padang.(Bdr)







