Peristiwa

Satpam dan Pembantu Otak Perampokan dan Pembunuhan di Belimbing Kota Padang

444
×

Satpam dan Pembantu Otak Perampokan dan Pembunuhan di Belimbing Kota Padang

Sebarkan artikel ini
Tiga orang diduga pelaku perampokan dan pembunuhan di BelimbingKota Padang.ist

PADANG – Kasus perampokan terhadap bos gas elpiji di kawaaan kelok Kuranji, Kota Padang yang terjadi Sabtu (23/10) lalu berhasil diungkap jajaran Polresta Padang.

Polisi berhasil meringkus 3 orang pelaku dalam waktu tidak sampai 24 jam. Pelaku yang menjadi otak perampokan itu melibatkan pembantu dan satpam pemilik rumah itu, kemudian saudara pembantu.

“Pelaku semua ada 6 orang, mereka semua berasal dari Palembang, satu satpam orang Padang, jadi otak pelaku merupakan pembantu serta satpam di rumah korban,” ujar Kapolresta Padang, Kombes Pol Imran Amir, dalam keterangan persnya, Jumat (5/11).

Sedangkan, ketiga pelaku lain masih kami buru dan sudah berkoordinasi dengan Polda Sumatera Selatan (Sumsel) karena diduga kabur ke sana.

BACA JUGA  Warga Bukittinggi Serbu Gerakan Pangan Murah

“Tiga orang lain yang diduga menjadi eksekutor masih dalam pengejaran kami,” katanya.

Ia menyampaikan pihaknya belum dapat mengeksposnya kemarin, karena masih melakukan pengembangan dan pengejaran pelaku lain.

“Ini hasil kerja keras tim di lapangan. Kita sengaja tidak ekspos, karena anggota masih bekerja di lapangan,” ungkapnya.

Dari 3 orang yang ditangkap, itu kata Kapolres, bernama RF (23) Satpam dan pembantu bernama EN (23).

“Sementara satu lagi bernama RN (42) merupakan keluarga dari Eni,” katanya.

Imran menjelaskan rencana dari pelaku ini sudah direncanakan saat lebaran idul fitri kemarin, namun baru pada Sabtu (23/10) baru bisa mereka eksekusi.

“Jadi motifnya merupakan ketidak senangan pelaku terhadap majikan dan berniat melakukan perampokan itu,” terang Kapolres.

BACA JUGA  DPKP Bukittinggi Bersihkan Jalan dari Pasir Erupsi Gunung Marapi

Sambung Kapolres, pelaku RN berperan mencarikan orang atau pelaku perampokan dari kampung halamannya di Palembang.

“Ini rencanannya sewaktu EN pulang kampung pada lebaran lalu di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel),” tambahnya.

“Sementara Satpamnya berperan memberikan akses dan memberikan gambaran kediaman untuk melancarkan aksi,” ujarnya.

Sedangkan para eksekutor, lanjut Imran Amir, sudah berada di Padang satu minggu sebelum beraksi.

“Bahkan, Satpam RF menggunakan motor untuk menjemput satu persatu pelaku dari tempat lain ke lokasi kejadian,” bebernya.

Comment