Ekonomi

Nasrul Abit Harapkan Panen Bawang Putih di Kawasan Kaki Gunung Merapi Penuhi Kebutuhan Sumbar

191
×

Nasrul Abit Harapkan Panen Bawang Putih di Kawasan Kaki Gunung Merapi Penuhi Kebutuhan Sumbar

Sebarkan artikel ini

TANAHDATAR — Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit bersama masyarakat panen perdana bawang putih di lereng Gunung Merapi, Tanjung Alam, Kecamatan Tanjung Baru, Kabupaten Tanahdatar, Sabtu (8/2/2020).

Wagub Sumbar takjub kualitas bawang putih yang baru pertama kali ditanam di Tanjung Alam sangat bagus kualitasnya. Bisa menyamai kualitas impor China.

“Kalau ada bawang putih lokal yang berasal dari sini kenapa kita mesti impor?. Apalagi kualitasnya menyamai bawang putih impor,” ucap Nasrul Abit.

Menurut Wagub Nasrul Abit, panen perdana ini suatu kebanggaan baru bagi Sumbar Karena tidak semua lahan bisa ditanami bawang putih. Karena ketinggian lahan 800 sampai seribuan MDPL.

BACA JUGA  Sebanyak 179 Ribu Angkatan Kerja Masih Menganggur di Sumbar

“Sementara di daerah Tanjung Alam ini ada 127 hektare lahan yang tersedia. Kita minta Dinas Pertanian bisa memberikan kemudahan bibit bawang putih terbaik. Mudah-mudahan dengan adanya pengembangan ini, Sumbar tidak kekurangan akan bawang putih,” sebut Nasrul Abit.

Dirinya optimis, penanaman bawang putih di Sumbar bisa menekan angka impor bawang putih selama ini.

Panen bawang putih jenis varietas adalah Lumbu Hijau yang dikelola oleh kelompok Wanita Tani (KWT) Lereng Gunung Merapi (Legumer) seluas empat hektare tumbuh subur. Jenis Varietas sangat cocok dengan karakter tanah di Sumatera Barat.

Pemprov Sumbar menargetkan permasalahan bawang putih di wilayah setempat selesai tahun 2021 mendatang dan menjadi salah satu sentral bawang putih dengan target tanam seluas 6.000 hektar (Ha).

BACA JUGA  Serahkan Mobil Dinas, Amasrul Kenang Mahyeldi Sumbangkan Gaji untuk Tangani Pandemi Covid-19

“Sebagai antisipasi agar kedepan tidak terjadi lonjakan harga bawang putih dan tidak lagi mengandalkan impor dari China. Saat ini Pemerintah Pusat sudah menyetop impor produk hortikultura termasuk bawang putih dari China untuk sementara waktu, disebabkan adanya wabah virus Corona,” kata Nasrul Abit.

Menurutnya, untuk panen bawang putih varietas Lumbu Hijau ini diperkirakan, hasil panennya mencapai empat hingga enam ton untuk satu hektare, jika panen ini mencapai rata-rata dalam 1 hektar mengalami penyusutan hingga 60 persen bisa menghasilkan 19,2 ton per hektare dengan harga Rp15 ribu per kilogram Rp280 juta per hektar.

Comment