PADANG – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengajak masyarakat dan wisatawan bersama-sama menjaga kebersihan kawasan wisata selama masa libur panjang. Ajakan tersebut disampaikan saat meninjau kondisi Pasar Ateh Bukittinggi, Selasa (30/6/2026).
Peninjauan itu juga bertujuan melihat langsung perkembangan penataan Pasar Ateh yang menjadi salah satu pusat perdagangan sekaligus destinasi wisata unggulan. Pemerintah Kota Bukittinggi telah melakukan pembenahan kawasan tersebut dalam tiga bulan terakhir.
Mahyeldi mengapresiasi berbagai upaya penataan yang dilakukan Pemerintah Kota Bukittinggi. Menurutnya, kondisi Pasar Ateh kini semakin tertata, mulai dari penempatan pedagang yang lebih rapi hingga lingkungan yang lebih bersih, nyaman, dan representatif bagi masyarakat maupun wisatawan.
“Alhamdulillah, Pasar Ateh sekarang semakin tertata. Ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah kota, para pedagang, dan seluruh masyarakat. Semoga kondisi ini terus kita jaga sehingga pengunjung merasa nyaman berbelanja maupun berwisata,” ujarnya.
Memasuki puncak musim liburan, Mahyeldi mengingatkan meningkatnya kunjungan wisatawan harus diiringi kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan. Ia mengimbau setiap pengunjung membuang sampah pada tempatnya, terutama di kawasan Pasar Ateh dan Jam Gadang yang menjadi ikon pariwisata Kota Bukittinggi.
Menurutnya, kebersihan menjadi salah satu faktor penting dalam membangun citra positif daerah. Upaya menjaga kebersihan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dan wisatawan.
“Mari kita jaga bersama kebersihan lingkungan. Hal sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya akan memberikan dampak besar bagi kenyamanan bersama dan menjadi kesan baik bagi para tamu yang datang ke Sumatera Barat,” katanya.
Mahyeldi berharap budaya hidup bersih terus tumbuh di tengah masyarakat. Dengan demikian, kawasan wisata di Sumatera Barat, khususnya Kota Bukittinggi, tetap terpelihara, semakin nyaman dikunjungi, serta mampu memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan dari berbagai daerah.
Ia juga menilai kolaborasi antara pemerintah, pedagang, masyarakat, dan wisatawan menjadi kunci menjaga daya tarik destinasi wisata sekaligus meningkatkan citra pariwisata Sumatera Barat. (Bdr)







