PADANG – Bursa pemilihan Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah Sumatera Barat periode 2026-2030 mulai menghangat. Jurnalis televisi senior, Ficky Tri Syaputra, resmi menyatakan kesiapannya maju dalam kontestasi pemilihan ketua umum dengan membawa visi memperkuat profesionalisme, kapasitas anggota, dan jurnalisme kebencanaan di Sumatera Barat.
Musyawarah Daerah (Musda) IJTI Sumbar akan digelar pada 4-5 September 2026 dengan mengusung tema “Menembus Batas Bencana, Membuka Mata Dunia”. Musda tersebut menjadi forum evaluasi organisasi, penyusunan arah pengembangan kapasitas jurnalis televisi, sekaligus memilih kepengurusan baru secara demokratis, jujur, dan adil.
Pencalonan Ficky mendapat respons positif dari berbagai kalangan jurnalis lintas media di Ranah Minang. Kehadirannya dinilai membawa semangat baru bagi masa depan organisasi profesi jurnalis televisi di Sumatera Barat.
Ficky mengatakan keputusannya maju didorong keinginan membangun IJTI Sumbar menjadi organisasi yang lebih modern, profesional, dan mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi.
“Saya merasa terpanggil untuk mewakafkan diri dan pemikiran dalam membesarkan IJTI Sumbar. Visi utama saya adalah membangun rumah besar bagi jurnalis televisi di Sumbar yang profesional, berintegritas, serta adaptif terhadap arus disrupsi teknologi,” ujar Ficky, Kamis (9/7/2026).
Menurut Ficky, penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu program prioritas. Jurnalis televisi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan media digital dan menguasai ekosistem multimedia agar tetap kompetitif.
Ia berkomitmen menggelar pelatihan secara rutin yang mencakup science jurnalisme kebencanaan, digitalisasi konten, Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) Televisi, hingga manajemen kebencanaan.
Ficky menilai peningkatan kompetensi jurnalisme kebencanaan menjadi kebutuhan mendesak karena Sumatera Barat merupakan daerah yang rawan gempa bumi, tsunami, erupsi gunung api, banjir bandang, dan berbagai bencana alam lainnya.
Karena itu, ia juga berkomitmen menggelar pelatihan Emergency Journalism dan mitigasi keselamatan kerja bagi jurnalis televisi yang bertugas di wilayah bencana.
Menurutnya, pelatihan tersebut bertujuan agar jurnalis mampu menghasilkan informasi yang cepat, akurat, serta tetap mengutamakan keselamatan diri saat menjalankan tugas peliputan.
Selain peningkatan kompetensi, Ficky juga menaruh perhatian terhadap kesejahteraan dan perlindungan hukum bagi anggota IJTI Sumbar. Ia berencana membentuk tim advokasi internal yang memberikan pendampingan hukum serta trauma healing bagi anggota yang mengalami tekanan fisik maupun psikologis saat bertugas.
“Humas, advokasi, dan keselamatan kerja organisasi harus berjalan seirama. Kami ingin memastikan bahwa seluruh jurnalis televisi di Sumatera Barat dapat bekerja dengan rasa aman dan mendapatkan hak-hak profesionalitas mereka secara layak,” tegasmya.
Ficky optimistis Musda IJTI Sumbar akan berlangsung dinamis dengan mengedepankan semangat kolaborasi lintas generasi. Ia berharap seluruh insan jurnalis televisi dapat bersatu membangun organisasi yang semakin kuat, profesional, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dukungan terhadap pencalonannya juga datang dari sejumlah jurnalis senior. Mereka menilai Ficky memiliki karakter kepemimpinan yang egaliter, bersahaja, serta didukung jaringan luas di tingkat nasional sehingga menjadi modal kuat memimpin IJTI Sumbar selama empat tahun ke depan.
Melalui visi tersebut, Ficky berharap IJTI Sumbar mampu menjadi organisasi profesi yang adaptif terhadap perubahan, memperkuat kompetensi anggota, serta mendorong lahirnya jurnalisme televisi yang profesional, merdeka, tangguh menghadapi bencana, dan semakin dipercaya masyarakat.(Bdr)







