Peristiwa

Gubernur Mahyeldi Imbau Warga Sumbar Waspadai Hujan Lebat hingga 10 November

2
×

Gubernur Mahyeldi Imbau Warga Sumbar Waspadai Hujan Lebat hingga 10 November

Sebarkan artikel ini
Gubernur Mahyeldi usai memimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tingkat Provinsi Sumatera Barat di halaman Kantor Gubernur, Rabu (28/10/2026).Ist

PADANG — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang diprakirakan melanda sejumlah wilayah Sumbar pada 1–10 November 2026. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko banjir, tanah longsor, dan bencana hidrometeorologi lainnya.

Imbauan itu menyusul informasi peringatan dini cuaca dan iklim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk Dasarian I November 2026. Pemerintah daerah meminta masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan rawan bencana, mengantisipasi kemungkinan dampak cuaca sejak dini.

“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di kawasan rawan banjir, tanah longsor, dan daerah aliran sungai. Kondisi cuaca ini perlu menjadi perhatian bersama agar kita dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan sejak dini,” ujar Mahyeldi di Padang, Senin (2/11/2026).

Berdasarkan prakiraan BMKG, pada 1–3 November, hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan, Sijunjung, Tanah Datar, Padang Pariaman, Agam, Lima Puluh Kota, Pasaman, Kepulauan Mentawai, Dharmasraya, Solok Selatan, Pasaman Barat, serta Kota Padang dan Pariaman.

Baca Juga:  Wali Kota Erman Safar Serahkan Bantuan Atensi dari Sentra Handayani Jakarta

Pada 4–6 November, potensi hujan masih mengancam sejumlah wilayah tersebut, termasuk Kabupaten Solok. Sementara itu, pada 7–10 November, potensi hujan diprakirakan meluas ke Kabupaten Solok, Pesisir Selatan, Sijunjung, Tanah Datar, Padang Pariaman, Agam, Lima Puluh Kota, Pasaman, Kepulauan Mentawai, Dharmasraya, Solok Selatan, dan Pasaman Barat, serta sejumlah kota di Sumbar.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini curah hujan tinggi untuk periode 1–10 November 2026. Sebagian besar kabupaten dan kota di Sumbar masuk kategori Waspada dengan potensi curah hujan 150–200 milimeter per dasarian. Sementara itu, lima daerah masuk kategori Siaga dengan potensi curah hujan 200–300 milimeter per dasarian, yakni Kabupaten Agam, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kota Padang Panjang, dan Kota Padang.

“Sejauh ini belum ada daerah yang diperkirakan mengalami potensi curah hujan di atas 300 milimeter atau kategori Awas. Kendati demikian, kesiapsiagaan tentu perlu terus dilakukan,” ungkap Mahyeldi.

Baca Juga:  Bukittinggi Peringati Hari Sumpah Pemuda Tahun 2023

Ia meminta masyarakat tidak mengabaikan perubahan kondisi cuaca, terutama ketika hujan berintensitas tinggi berlangsung dalam waktu lama. Warga yang tinggal di kawasan perbukitan dan sekitar aliran sungai perlu mewaspadai potensi longsor, banjir, serta banjir bandang.

“Kami juga mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri melintasi jalan yang tergenang, menghindari kawasan rawan longsor ketika hujan lebat, serta segera mencari tempat aman apabila melihat tanda-tanda potensi bencana,” pesannya.

Mahyeldi juga meminta pemerintah kabupaten dan kota bersama perangkat daerah terkait meningkatkan kesiapsiagaan. Pemerintah daerah perlu memperkuat koordinasi dengan BMKG dan BPBD serta memastikan kesiapan personel dan peralatan penanggulangan bencana. Langkah antisipatif tersebut penting untuk meminimalkan dampak cuaca ekstrem dan melindungi keselamatan masyarakat.

Ia berharap pemerintah dan masyarakat terus membangun kewaspadaan bersama dengan memantau informasi resmi BMKG serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Kesiapsiagaan dan tindakan sejak dini menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko serta dampak bencana. (Bdr)