PASAMAN BARAT — Sebanyak 1.500 batang pepaya menjadi tumpuan harapan Nurlela dan suaminya, Jualisman, dalam membangun usaha perkebunan di Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat. Melalui dukungan pembiayaan Kredit Umum Pedesaan (KUPEDES) BRI, pasangan ini terus mengembangkan kebun pepaya seluas 1,5 hektare yang mereka rintis kurang dari satu tahun terakhir.
Nurlela dan Jualisman membangun usaha tersebut dengan mengandalkan ketekunan serta komitmen dalam mengelola perkebunan. Keduanya merawat sekitar 1.500 batang pepaya agar tumbuh optimal dan menghasilkan buah berkualitas. Mereka berharap usaha tersebut menjadi sumber penghasilan berkelanjutan bagi keluarga.
Dalam mengembangkan perkebunan, kebutuhan modal menjadi salah satu perhatian utama. Biaya perawatan tanaman dan operasional kebun membutuhkan dukungan pembiayaan agar kegiatan usaha dapat berjalan secara berkelanjutan.
Nurlela kemudian memanfaatkan fasilitas KUPEDES dari BRI Cabang Simpang Empat untuk mendukung kebutuhan modal usaha. Pembiayaan tersebut diharapkan membantu perawatan dan pengembangan kebun sehingga produktivitas tanaman semakin meningkat.
Dukungan pembiayaan ini menjadi bagian dari akses layanan perbankan bagi masyarakat yang menjalankan usaha produktif. Nurlela dan Jualisman berharap pengelolaan kebun semakin optimal sehingga hasil panen dapat memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga.
Pimpinan Cabang BRI Simpang Empat, Fachrizzu, mengatakan BRI terus menghadirkan layanan keuangan untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat, termasuk sektor pertanian dan perkebunan.
“BRI percaya bahwa setiap usaha memiliki peluang untuk tumbuh dan berkembang. Melalui fasilitas KUPEDES, kami berharap dapat memberikan dukungan pembiayaan bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha produktifnya. Kami ingin terus hadir mendampingi pelaku usaha, termasuk petani, agar memiliki kesempatan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan kesejahteraan keluarga,” ujar Fachrizzu.
Menurut Fachrizzu, sektor pertanian dan perkebunan memiliki potensi dalam menggerakkan perekonomian daerah. Dukungan layanan perbankan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat diharapkan dapat memperkuat keberlangsungan usaha serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi lokal.
Bagi Nurlela dan Jualisman, perjalanan mengembangkan perkebunan pepaya masih panjang. Namun, 1.500 batang tanaman yang mereka rawat menjadi awal dari harapan untuk meningkatkan hasil panen, memperkuat pendapatan keluarga, dan membangun usaha yang lebih besar.
Melalui KUPEDES, BRI terus mendorong perluasan akses pembiayaan bagi masyarakat yang mengembangkan usaha produktif di berbagai daerah. Kisah Nurlela menjadi gambaran bahwa keberanian memulai, ketekunan, dan dukungan pembiayaan dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan membangun usaha. (Bdr)







