PADANG-Anggota Basurah Adat Rimbun Sakato berwisata sejarah ke Puncak Pato tempat diikrarkannya Sumpah Sati Bukik Marapalam, Minggu (25/10/2026). Puluhan anggota basurah adat Rimbun Sakato ini dipandu langsung Guru Adat Kamil Malin Mudo.
Dalam kesempatan tersebut di Puncak Pato tersebut memaparkan historis Sumpah Sati Bukik Marapalam siapa saja pelakunya, yang terjadinya tahun 1837.
“Awalnya, Sumpah Sati Bukik Marapalam diawali perseteruan kaum adat dengan kaum alim ulama yang terdiri dari Haji Piobang, H Sumanik dan H Miskin yang melahirkan difilosufi adat basandi syarak – syarak basandi Kitabullah (ABS – SBK),” ujar Mak Malin panggilan akrab Kamil Malin Mudo, kemarin.
Dikatakan Mak Malin, kegiatan refreshing ini selain jelang masuk bulan suci Ramadhan, kemudian meningkatkan tali silaturahmi antara anggota basurah adat di bawah payung Rimbun Sakato Grup. Sedikitnya, ada sekitar 34 anggota basurah adat yang terlibat dalam perjalanan wisata sejarah adat dan budaya Minangkabau ini.
Diharapkan, pasca berwisata ini akan membuat pikiran lebih segar, agar bersemangat kembali melakukan aktivitas sehari – hari. Dan wisata ini memanfaatkan satu unit bus medium partisipasi dari salah seorang legislatif, yang notabene anak Nagari Pauh IX Kuranji.
Grup basurah adat Rimbun Sakato berhome base di Gedung Serbaguna Perumnas Belimbing, dengan kegiatan Wirid sekali dalam seminggu. (drd)







