PADANG – Bersaing dengan tim tuan rumah, Jawa Tengah, tim cabang Fahmil Quran Putri Sumbar dikerjai dewan juri pada MTQ ke-XXXI Nasional di Semarang, Senin (14/9). Menyikapi itu, Ofisial Pemprov Sumatera Barat (Sumbar) dan LPTQ Provinsi Sumbar langsung melayangkan protes atas keputusan dewan juri.
Protes tersebut bermula dari keputusan dewan juri yang mengurangi nilai dari Tim B yakni peserta dari Sumbar 100 poin, karena menilai jawaban yang disampaikan peserta Tim Sumbar salah.
Sebelumnya, tim Fahmil Quran Putri Sumbar sedang dalam kejar-kejaran point dengan tim Jawa Tengah. Saat itu poin Sumbar berada teratas dengan jumlah angka 1.285. Sementara Jawa Tengah masih di angka 1.150.
Perdebatan mulai terjadi ketika pertanyaan rebutan. Tim sumbar menjawab sesuai dengan pertanyaan yang diberikan, tapi dewan hakim menyalahkan dan mengurangi nilai Sumbar 100 poin menjadi 1.185.
Kemudian, pada pertanyaan pamungkas Jawa Tengah dapat menjawab dan mendapat 100 poin menjadi 1.250. Akibatnya Sumbar terdepak pada posisis ke dua, di atas Jambi yang memperoleh poin 445.
Menariknya perombaan Fahmil Quran tersebut ditayangkan dalam kanal media sosial youtube. Kondisi itu langsung memantik kritikan netizen yang menyaksikan melalui live streaming kanal youtube makin geram, pada papan skor saat pembacaan nilai akhir, justru berubah dari yang seharusnya 1185 nenjadi 1085 dengan pengurangan 200 poin.
Tidak hanya itu, pengumuman pemenang bertepatan dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi ke lokasi lomba yang menimbulkan kecurigaan dugaan dewan juri memenangkan tim tuan rumah.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Sumbar, Edi Dharma Syafni mengatakan akan mengajukan protes secara tertulis sesuai aturan. Protes juga akan ditembuskan ke Kementerian Agama dan Panitia Pelaksana.
“Kita ajukan protes secara tertulis sesuai aturan. Kita juga tembuskan ke Kementrian Agama dan Panitia Pelaksana,” terangnya.
Hal yang sama juga ditegaskan Kabag Bina Mental Spritual Biro Kesra, Marwansyah. Katanya, tim official LPTQ Sumbar yang berada di lokasi perlombaan langsung menyampaikan keberatan dan nota protes.
“Kita langsung layangkan protes. Ini sangat merugikan tim Sumbar,”kata Marwan.
Diketahui, Fahmil Quran adalah cabang lomba dalam MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an) yang berformat seperti cerdas cermat untuk menguji pemahaman, pendalaman, dan penguasaan isi kandungan Al-Qur’an serta wawasan keislaman secara komprehensif.
Untuk tim Fahmil Quran Sumbar diisi oleh Fathirrahmi Arfit, Tsabitah Imtitsal Muchtar dan Tuhfatul Aufiya. (Bdr)







