Olahraga

Pengcab Muaythai Padang Kisruh, Ketua KONI Diduga Ikut Bermain

9
×

Pengcab Muaythai Padang Kisruh, Ketua KONI Diduga Ikut Bermain

Sebarkan artikel ini

PADANG-Ketua KONI Padang diduga melakukan siasat belah “batuang” dalam menyikapi kisruh dualisme Pengcab Muaythai Padang, yang dibidani hasil Muscalub Pengprov Muaythai Sumbar.

Pasalnya, dalam kisruh tersebut KONI Padang ikut bermain melegakan hasil Muscab Muaythai, yang dinilai cacat hukum, yang diselenggarakan Pengprov Muaythai Sumbar

Di mana dalam Muscab Muaythai Padang tersebut terpilih Nisfan Jumadil sebagai Ketua Pengcab Muay Thai Padang 2026 – 2030. “Seharusnya, KONI tidak berpihak dan bermain dalam mengakomodir hasil Muscab Muaythai yang dinilai cacat hukum,” ujar Rahmat Fajri, yang mengaku sah sebagai Ketua Muay Thai Padang masa bakti 2024-2028, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, seharusnya KONI Padang bersikap independen dalam kasus ini. Bukan, malah berpihak, dengan menerapkan sikap” belah batuang” satu dipijak, yang satu lagi diangkat. Bahkan, Rahmat telah melayangkan surat keberatan kepada KONI Padang sebanyak tiga kali, namun diabaikan begitu. Idealnya, dalam hal ini KONI Padang melakukan mediasi.

Katanya, ia masih aktif dan masih sah sebagai Ketua Muaythai Padang sampai periode saya tahun 2024-2028. Namun, kenapa ia dilengserkan seperti ini. Dan yang tak kalah pentingnya lagi, ia tidak diberitahukan tentang pelaksanaan Muscab serta tidak diundang. Juga tanpa ada sama sekali penjelasan kenapa ia di-Muscablubkan secara sepihak.

Baca Juga:  Kualitas Pelaksanaan Kejurdaprov FKAN Cup V-2022 Diapresiasi Irwan Basir Dt Rj Alam 

” Saya tidak pernah diundang dan tidak diberitahukan tentang pelaksanaan Muscab, saya adalah Ketua Muaythai Padang yang masih sah. Maka apa alasannya saya di Mucablubkan,” ujarnya.

Dktakan, ia sampai detik ini masih aktif dengan beberapa perguruan dan Camp yang dibina selama ini. Aneh juga Muscablub yang digelar tidak dihadiri satupun Sasana atau Camp yang aktif di Kota Padang. Apakah Muscab ini sah. yang jelas semua proses Muscab yang dilaksanakan cacat hukum.

Kemudian saat ini yang lebih miris lagi. sekarang dipastikan telah terjadi dualisme dalam kepengurusan Muaythai Padang. Namun, ironinya lagi, KONI Padang sebagai wadah berhimpun Cabor, bukan mencarikan solusinya, dengan melakukan upaya mediasi dengan menyurat kedua pihak yang beesiteru. Ini malah KONI Padang bersikap berpihak, atau menerapkan siasat belah bambu. “Seharusnya KONI Padang bersikap independen dan tidak berpihak kepada salah satu yang terlibat kisruh,” sindirnya.

Baca Juga:  Bangun SDM Prajurit yang Tangguh, Lantamal II Padang Laksanakan Kesemaptaan 

Walaupun, telah tiga kali melayangkan surat untuk minta difasilitasi mengenai permasalahan ini. Tapi, disayangkan tidak sekalipun KONI Padang menanggapi surat tersebut, seakan membiarkan hal ini berlarut-larut seperti tidak ada kejadian apapun.

Ketua Pengprov Muaythai Indonesia (MI) Sumbar Arif Rahman Natsir mengatakan, segala komplen Rahmat Fajri yang mengaku Ketua Pengcab Muaythai Padang, terkait permasalahannya telah dijawab dengan jawab. “Jadi nyanyian atau komplen saudara Rahmat Fajri telah kami dijawab dengan surat,” ucap Arif.

Ketua KONI Padang Erianto mengatakan, terkait permasalahan Pengcab Muaythai Padang, semuanya telah diserahkan ke Pengprov Muay tha Sumbar. Sebab dalam hal ini, KONI Padang tidak bisa masuk kedalam ranah mereka, dan KONI Padang, juga telah membalas surat yang dilayangkan Rahmat Fajri, yang mengaku Ketua Pengcab Muay Thai Padang.

“Jadi semuanya kita serahkan ke Pengprov Muaythai Sumbar,” ujar Erianto, seperti dilansir andalasnewss.com. (drd)