Sumatera Barat

Kasus Gangguan Mental Meningkat, Mahyeldi Ajak Semua Pihak Perkuat Kolaborasi

5
×

Kasus Gangguan Mental Meningkat, Mahyeldi Ajak Semua Pihak Perkuat Kolaborasi

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, saat menghadiri pelantikan Pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Cabang Sumbar periode 2025–2028 di Hotel Truntum Padang, Minggu (19/7/2026).

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menempatkan persoalan kesehatan mental sebagai perhatian utama. Meningkatnya kasus bunuh diri, gangguan mental pada anak dan remaja, serta berbagai persoalan sosial dinilai menjadi ancaman serius terhadap kualitas sumber daya manusia dan pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, saat menghadiri pelantikan Pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Cabang Sumbar periode 2025–2028 di Hotel Truntum Padang, Minggu (19/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi mengucapkan selamat kepada Rini Gusya Liza beserta jajaran pengurus PDSKJI Sumbar yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu memperluas layanan kesehatan jiwa hingga menjangkau masyarakat di berbagai daerah.

Mahyeldi menilai organisasi profesi kesehatan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pemerintah daerah, katanya, akan terus memperkuat sinergi dengan organisasi profesi.

“Kesehatan merupakan salah satu indikator penting dalam pembangunan manusia. Karena itu, pemerintah harus terus memperkuat sinergi dengan organisasi profesi agar layanan kesehatan, termasuk kesehatan jiwa, semakin berkualitas dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi yang selama ini terjalin antara Pemprov Sumbar dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumbar. Menurutnya, berbagai kegiatan pengabdian dokter hingga ke desa dan nagari telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

Baca Juga:  Hingga 30 Desember 2025, Pemprov Sumbar Perpanjang Pemutihan Pajak Kendaraan Brmotor

“Kami sangat terbantu dengan kehadiran para dokter yang tidak hanya bertugas di perkotaan, tetapi juga turun langsung melayani masyarakat di desa dan nagari. Semangat pengabdian seperti ini perlu terus diperkuat, termasuk oleh PDSKJI melalui layanan kesehatan jiwa yang semakin dekat dengan masyarakat,” katanya.

Mahyeldi turut mengajak PDSKJI Sumbar membawa agenda nasional ke Ranah Minang. Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan berskala nasional akan memberi manfaat bagi pengembangan ilmu kedokteran sekaligus menggerakkan sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, dan UMKM.

“Kalau kegiatan nasional dokter spesialis dilaksanakan di Sumbar, manfaatnya bukan hanya untuk dunia kesehatan, tetapi juga menggerakkan sektor pariwisata, perhotelan, kuliner hingga UMKM. Kami berharap PDSKJI dapat mempertimbangkan Sumatera Barat sebagai tuan rumah agenda nasional,” ucapnya.

Mahyeldi juga menyoroti meningkatnya persoalan kesehatan mental pada anak dan remaja. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi alarm yang harus ditangani secara serius oleh seluruh pemangku kepentingan.

“Dulu kita hampir tidak pernah mendengar anak usia sekolah dasar mengakhiri hidupnya sendiri. Sekarang kasus seperti itu mulai bermunculan. Belum lagi gangguan belajar, kesulitan berkonsentrasi, hingga berbagai penyimpangan perilaku. Ini menjadi alarm bagi kita semua dan harus ditangani bersama agar tidak mengancam terwujudnya Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Baca Juga:  Perangkat Daerah Diminta Matangkan Persiapan Libur Natal dan Tahun Baru

Ketua IDI Wilayah Sumbar, Roni Eka Sahputra, mengatakan pelantikan PDSKJI menjadi bagian dari penguatan koordinasi organisasi profesi di bawah naungan IDI dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Menurutnya, tantangan kesehatan mental di Sumbar semakin kompleks sehingga membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

“Kita ingin seluruh perhimpunan bergerak dalam satu koordinasi, satu langkah, dan satu tujuan, yaitu memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat. PDSKJI selama ini juga selalu berada di garis depan, terutama dalam penanganan bencana yang membutuhkan layanan kesehatan jiwa,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum Pengurus Pusat PDSKJI, Srimpi Indah Zulaika, menyampaikan apresiasi atas kembali terpilihnya Rini Gusya Liza memimpin PDSKJI Sumbar. Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi modal untuk mempercepat pelaksanaan berbagai program organisasi.

“Tantangan kesehatan jiwa semakin besar, baik karena persoalan sosial, perkembangan digital, maupun tekanan ekonomi. Pengurus Pusat PDSKJI siap mendukung berbagai program PDSKJI Sumatera Barat, termasuk memperkuat pendampingan bagi daerah-daerah yang masih menghadapi dampak pascabencana,” katanya. (Bdr)