Peristiwa

Pemprov Sumbar dan Tanah Datar Percepat Pemulihan Pertanian Pascabencana

63
×

Pemprov Sumbar dan Tanah Datar Percepat Pemulihan Pertanian Pascabencana

Sebarkan artikel ini
Pemprov Sumbar dan Pemkab Tanah Datar bahas percepatan pemulihan pertanian dan irigasi pascabencana hidrometeorologi.Ist

TANAH DATAR – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menggelar rapat koordinasi percepatan pembangunan daerah pascabencana hidrometeorologi. Pertemuan berlangsung di Aula Kantor Bupati Tanah Datar, Sabtu (14/3/2026). Forum menyoroti pemulihan sektor pertanian dan infrastruktur pendukung.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Arry Yuswandi menyebut sektor pertanian menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Tanah Datar. Pemerintah menempatkan sektor tersebut sebagai prioritas dalam proses pemulihan pascabencana.

“Komoditas yang dihasilkan dari Tanah Datar merupakan komoditas unggulan yang turut berkontribusi dalam pengendalian inflasi daerah. Selain itu, sekitar 72 persen masyarakat Tanah Datar menggantungkan penghidupannya pada sektor pertanian. Karena itu, upaya pemulihan sektor ini harus dilakukan secara cepat, terarah, dan tepat sasaran,” ujar Arry Yuswandi.

Baca Juga:  Hebat, Sosok ASN Teladan ini Tidak Pernah Terlambat Satu Menit pun Selama Tahun 2023

Arry menjelaskan sektor pertanian tetap diproyeksikan menjadi penopang perekonomian Sumatera Barat pada 2026. Kondisi tersebut tetap menghadapi sejumlah tantangan.

Ia menyebut tantangan itu meliputi perlambatan investasi, keterbatasan belanja pemerintah, serta penurunan kinerja pada sejumlah lapangan usaha. Pemerintah daerah perlu merumuskan langkah pemulihan yang terukur.

“Kita ingin memastikan seluruh program pemerintah provinsi dapat selaras dengan kebutuhan daerah. Dengan sinergi yang kuat, insyaAllah percepatan pembangunan dan pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih terarah serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Arry Yuswandi.

Bupati Tanah Datar Eka Putra meminta dukungan konkret dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Pemerintah daerah menilai percepatan perbaikan infrastruktur pertanian sangat mendesak.

Baca Juga:  Dua Orang Penyadap Karet Diterkam Inyiek Balang

“Banyak jaringan irigasi yang rusak akibat bencana. Jika tidak segera ditangani, hal ini dapat berdampak pada menurunnya produksi pertanian secara luas,” ujar Eka Putra.

Eka menjelaskan pemulihan ekonomi daerah masih menghadapi berbagai tantangan pascabencana. Pemerintah daerah tetap menjalankan langkah pemulihan secara bertahap agar aktivitas ekonomi masyarakat kembali normal.

Rapat koordinasi tersebut juga membahas sejumlah isu strategis daerah. Forum menyoroti penanganan kebencanaan, pembangunan infrastruktur, penguatan sektor ekonomi dan pariwisata, serta kesiapan menghadapi Idul Fitri termasuk upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok. (Bdr)