PADANG – Perumda Air Minum Kota Padang terus mempercepat normalisasi distribusi air bersih dua bulan pascabencana hidrometeorologi. Upaya pemulihan difokuskan agar layanan kembali menjangkau rumah pelanggan secara maksimal.
Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang Hendra Pebrizal menyampaikan distribusi air bersih telah mencapai lebih dari 98 persen.
“Capaian tersebut meningkat signifikan dibandingkan kondisi awal pascabencana,” ujar Hendra Pebrizal, Kamis (29/1/2026).
Ia mengakui masih terdapat wilayah yang belum teraliri optimal, terutama kawasan Gunung Nago Kecamatan Pauh. Kendala terjadi karena pemasangan pipa belum memungkinkan akibat perubahan bentangan sungai.
Hendra menjelaskan bentangan sungai sebelum banjir mencapai 150 meter. Pascabencana, bentangan sungai melebar hingga sekitar 250 meter. Kondisi tersebut menghambat pemasangan jaringan pipa distribusi.
“Meski begitu, Perumda Air Minum Kota Padang tetap memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi. Perusahaan menyalurkan suplai air menggunakan mobil tangki bagi pelanggan yang belum menerima aliran,” ujar Hendra Pebrizal.
Distribusi air bersih juga diberikan kepada masyarakat nonpelanggan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pelayanan kemanusiaan selama masa pemulihan pascabencana, ujar Hendra Pebrizal.
Salah satu fasilitas terdampak hujan deras adalah Intake Taban di kawasan Lubuk Minturun Kecamatan Koto Tangah. Perumda saat ini membangun kawat bronjong untuk mengamankan pompa sumber air.
Hendra menyebutkan masih terdapat lima intake yang menjalani perbaikan. Sebagian besar fasilitas mengalami kerusakan berat akibat banjir.
Ia optimistis perbaikan yang berjalan mampu memulihkan layanan secara menyeluruh. Distribusi air bersih bagi pelanggan dan nonpelanggan ditargetkan kembali normal dalam waktu dekat, ujar Hendra Pebrizal.(Bdr)







