Ekonomi

Gubernur Sumbar Minta Pekerja dan Pengusaha Mambangun Hubungan yang Harmonis

402
×

Gubernur Sumbar Minta Pekerja dan Pengusaha Mambangun Hubungan yang Harmonis

Sebarkan artikel ini
Gubernur Mahyeldi membuka Talkshow (telewicara) Strategi Pencegahan Perselisihan Menuju Hubungan Industrial yang Harmonis yang digelar oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Hotel Pangeran Beach, Padang, Senin (6/11/2023).Ist

PADANG – Gubernur Sumbar, Mahyeldi meminta pekerja dan pengusaha membangun hubungan harmonis. Sebab, harmonisasi merupakan hal sangat penting untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di daerah.

Demikian disampaikannya saat membuka Talkshow (telewicara) Strategi Pencegahan Perselisihan Menuju Hubungan Industrial yang Harmonis yang digelar oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Hotel Pangeran Beach, Padang, Senin (6/11/2023).

“Kita mesti mengedepankan dialog sebagai upaya preventif ketika terjadi perselisihan dalam hubungan industrial. Pola seperti ini penting untuk menumbuhka nilai kekeluargaan dalam perusahaan, yang akan terwujud dalam bentuk komunikasi yang aktif dan efektif antara pekerja dan manajemen perusahaan,” katanya.

Dikatakannya, sektor industri adalah mesin penggerak pembangunan nasional, yang terus dipacu agar negara berdaya saing di kancah global. Oleh karena itu, salah satu upaya adalah mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh pelaku industri.

BACA JUGA  Gubernur Mahyeldi Sebut KPBU Dpat Pacu Pembangunan Infrastruktur Sumbar

“Perselisihan hubungan industrial dapat menjadi salah satu faktor penurunan produktivitas nasional. Oleh karena itu, jika kita mampu membangun ekosistem yang sehat dalam dunia industri, maka kita akan dapat menciptakan lingkungan hubungan industrial yang harmonis,” ujarnya lagi.

Pemprov Sumbar, sambungnya, terus berupaya untuk menekan potensi terjadinya perselisihan hubungan industrial, di antaranya dengan menyusun regulasi ketenagakerjaan yang menjadi kewenangan daerah, mendorong terbentuknya Lembaga Kerja Sama (LKS) Bipartit di perusahaan, memfasilitasi penyusunan PP dan PKB, pembinaan serikat pekerja, melakukan mediasi dan, mendorong peningkatan jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di perusahaan.

“Saat ini, kita memang masih dalam momentum kebangkitan dari tekanan pandemi Covid-19 yang menerpa beberapa tahun lalu. Alhamdulillah, Indonesia masuk ke dalam negara dengan pemulihan perekonomian yang baik pascapandemi itu,” tuturnya.

BACA JUGA  Terminal Tipe A Padang akan Dioperasikan, Akses Jalan Masih Sempit

Di samping itu, Mahyeldi juga menyebutkan bahwa untuk merealisasikan cita-cita besar Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi sebelum tahun 2045, maka dibutuhkan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 6 hingga 7 persen secara konsisten.

Comment