Ekonomi

PDRB Tumbuh Stabil, Pertumbuhan Ekonomi Sumbar terus Meningkat

282
×

PDRB Tumbuh Stabil, Pertumbuhan Ekonomi Sumbar terus Meningkat

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah meninjau harga dan ketersedian bahan pokok sekaligus mendengarkan keluhan pedagang di Pasar Bandar Buat, Kota Padang, Sabtu (18/3/2023). Ist/Adpim

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dibawah kepemimpinan Mahyeldi Ansharullah dan Audy Joinaldy terus menunjukan prestasi yang patut dibanggakan. Buktinya, secara berturut-turut pertumbuhan ekonomi (PE) dan pendapatan domestik regional bruto (PDRB) Sumbar terus meningkat.

Pada tahun 2023 ini, pertumbuhan ekonomi Sumbar berhasil mencapai 4,79 persen dari target 4,57 persen. Diakui, kenaikan itu cukup signifikan, mengingat di awal Gubernur Mahyeldi dan Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy menjabat pertumbuhan ekonomi Sumbar minus.

Angka minus itu karena Indonesia sedang dilanda pandemi Covid-19. Saat pandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi Sumbar triwulan II tahun 2020 yang tercatat minus 4,92 persen.

Secara perlahan angka itu terus naik, pada tahun 2021 tumbuh sebesar 3,29 persen. Pada 2022 kembali mengalami kenaikan, mencapa 4,39 persen jauh dari target yang dipatok pada angka 3,40 persen.

BACA JUGA  PT Kunango Jantan Tembus Pasar Internasional, Produksi Pabrik Pupuk untuk Nigeria

“Alhamdulillah, pertumbuhan ekonomi kita terus tumbuh. Berangkat dari minung kini sudah berda pada angka 4,79. Angka ini jauh melampaui target yakni 4,57 persen. Pencapaian ini juga melampuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebesar 4,6 persen dan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) sebesar 4,76 persen,” ungkap Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, kemarin.

Pertumbuhan ekonomi ini berhasil diraih didorong oleh meningkatnya aktivitas perekonomian masyarakat. Hal ini berkat program dan kegiatan pembangunan yang dilaksanakan Pemprov Sumbar di berbagai sektor yang berdampak langsung kepada masyarakat. Baik itu pertanian, pariwisata, industri, UMKM.

Besarnya APBD yang dialokasikan untuk sektor pertanian mencapai 10 persen, dalam pelaksanaan program dan kegiatannya bertujuan untuk meningkatkan pendapatan petani. Pada tahun 2023 berdampak tingginya Nilai Tukar Petani (NTP).

BACA JUGA  Semen Padang Bantu 105 Alat Pengolah Sampah untuk TP-PKK Kota Pariaman

Di mana NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. Pada tahun 2023 ini, NTP mencapau sebesar 113,32, naik sebesar 1,53 persen. NTP ini berdasarkan sub sektor tanaman pangan, tanaman holtikultura, perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan.

Comment