Sumatera Barat

Tekan Stunting, Gubernur Mahyeldi Bagikan Tablet Penambah Darah bagi Pelajar di Piaman

293
×

Tekan Stunting, Gubernur Mahyeldi Bagikan Tablet Penambah Darah bagi Pelajar di Piaman

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumbar, Mahyeldi bersama Kadinkes Sumbar dr. Lila Yanwar, membagikan Tablet Tambah Darah (TTD) bagi pelajar putri di MAN Padusunan Kota Pariaman, yang dikemas dalam kegiatan Aksi Bergizi di Sekolah, Senin (23/10/2023).Ist

PARIAMAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar), terus bergerak menekan potensi kekerdilan atau stunting di tengah masyarakat. Terkini, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, kembali membagikan Tablet Tambah Darah (TTD) bagi pelajar putri di MAN Padusunan Kota Pariaman, yang dikemas dalam kegiatan Aksi Bergizi di Sekolah, Senin (23/10/2023).

“Pelajar putri adalah cikal bakal generasi yang akan melahirkan generasi selanjutnya. Oleh karena itu mereka harus dipastikan sehat, cukup gizi, dan cukup aktivitas olahraganya. Selain itu, mereka yang saat ini duduk di bangku sekolah dan universitas, akan berusia 40 tahun pada tahun 2045 nanti. Artinya, saat momen Indonesia Emas nanti, mereka berada di puncak usia produktifnya,” ucap Gubernur.

Gubernur menekankan, kesehatan remaja putri penting untuk menjamin hadirnya ibu-ibu yang sehat di masa depan, yang akan melahirkan pula generasi sehat dan bebas stunting. Oleh karena itu, Pemprov Sumbar sangat fokus dalam menyukseskan program Aksi Bergizi di Sekolah, yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tersebut.

Sebelumnya, pencanangan program Aksi Bergizi di Sekolah juga telah dicanangkan Gubernur Mahyeldi dengan pembagian TTD bagi remaja putri di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Program ini penting untuk terus dikembangkan, mengingat anak usia sekolah dan remaja putri adalah populasi penduduk dengan jumlah cukup besar di Indonesia.

“Saya berpesan kepada ananda sekalian, khususnya remaja putri yang saat ini ada di Sekolah Menengah dan Perguruan Tinggi, bahwa kalian adalah generasi yang akan melahirkan generasi selanjutnya. Oleh karena itu kalian harus cerdas dan sehat,” ujar Mahyeldi lagi.

BACA JUGA  Dugaan Korupsi, Giliran Kantor Sekdaprov Sumbar Digeledah Kejaksaan Tinggi

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sambung Gubernur, jumlah pemuda di Indonesia saat ini sekitar 64,19 juta jiwa, atau 24,02 persen dari total penduduk.

Artinya, dari empat orang penduduk, terdapat satu pemuda. Kondisi ini kemudian yang disebut sebagai bonus demografi di Indonesia, yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Comment