Sumatera Barat

Audiensi dengan Bupati Khairunas, Pemprov Sumbar Gelontorkan Rp7,4 Miliar untuk Solok Selatan

3
×

Audiensi dengan Bupati Khairunas, Pemprov Sumbar Gelontorkan Rp7,4 Miliar untuk Solok Selatan

Sebarkan artikel ini
FOTO: Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi saat menerima audiensi Pemerintah Kabupaten Solok Selatan yang dipimpin Bupati Solok Selatan, Khairunas, di Ruang Rapat Istana Gubernuran Padang, Selasa (9/6).Ist

PADANG – Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumbar dalam memperkuat sinergi pembangunan bersama pemerintah kabupaten dan kota guna mempercepat pemerataan pembangunan serta pertumbuhan ekonomi daerah.

Komitmen tersebut disampaikan Arry saat menerima audiensi Pemerintah Kabupaten Solok Selatan yang dipimpin Bupati Solok Selatan, Khairunas, di Ruang Rapat Istana Gubernuran Padang, Selasa (9/6).

Pertemuan itu membahas sejumlah usulan pembangunan infrastruktur yang menjadi kewenangan provinsi. Infrastruktur tersebut dinilai strategis untuk meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas wilayah Solok Selatan.

Arry menjelaskan Pemerintah Provinsi Sumbar tengah menyiapkan akselerasi pembangunan tahun 2027 bersama seluruh pemerintah kabupaten dan kota. Harmonisasi program diperlukan agar pembangunan berjalan efektif, terarah, dan saling mendukung.

“Keberadaan Pemerintah Provinsi adalah untuk memfasilitasi dan mengayomi seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Berbagai usulan yang menjadi kebutuhan daerah akan kita tampung dan sesuaikan dengan rencana pembangunan provinsi, prioritas program, serta kemampuan anggaran yang tersedia,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Arry juga memaparkan kondisi Sumbar pascabencana hidrometeorologi akhir 2025. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur, korban jiwa, serta tekanan terhadap perekonomian daerah.

Berdasarkan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) yang diajukan ke pemerintah pusat, total kerusakan dan kerugian mencapai Rp33,55 triliun. Kebutuhan anggaran pemulihan mendesak tercatat sebesar Rp21,44 triliun.

Baca Juga:  Di Agam, Vasko Ruseimy Tegaskan Pemerintah Terus Berjuang untuk Korban Bencana

Pemerintah pusat telah berkomitmen mengalokasikan pendanaan sekitar Rp18 triliun secara bertahap pada periode 2026 hingga 2028. Kabupaten Solok Selatan juga memperoleh tambahan dukungan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026 sebesar Rp80,9 miliar.

Arry mengungkapkan Pemprov Sumbar telah mengalokasikan berbagai program pembangunan di Solok Selatan senilai sekitar Rp7,4 miliar melalui sejumlah perangkat daerah. Program tersebut mencakup sektor pendidikan, jalan, irigasi, pangan, serta pertanian dan hortikultura.

Salah satu program prioritas yang mulai dikerjakan pada 2026 ialah pembangunan ruas Jalan Abai–Sangir–Sungai Dareh dengan alokasi anggaran tahap awal sebesar Rp4,3 miliar.

“Pembangunan ruas jalan ini kita mulai sebagai bentuk komitmen pemerintah provinsi untuk membuka akses yang sangat dibutuhkan masyarakat. Ke depan, ruas ini akan menjadi salah satu prioritas pembangunan guna meningkatkan konektivitas Solok Selatan dengan daerah sekitarnya,” katanya.

Selain pembangunan jalan, Pemprov Sumbar juga mengalokasikan sekitar Rp2,9 miliar untuk rehabilitasi Irigasi Bandar Bangko, jaringan irigasi Bandar Bangko, serta jaringan irigasi Sawah Padang guna mendukung produktivitas sektor pertanian masyarakat.

“Kemudian juga ada sejumlah program lainnya. Secara akumulasi total anggaran keseluruhannya mencapai 7,4 miliar,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pascabencana, Sumbar Terima Rp18,9 Triliun untuk Infrastruktur

Arry menambahkan tema pembangunan Sumbar tahun 2027 adalah “Akselerasi Transformasi Ekonomi, Inklusi Sosial dan Ketahanan Pangan”. Tema tersebut akan diwujudkan melalui peningkatan produktivitas pertanian, transformasi ekonomi desa berbasis koperasi dan BUMNag, penguatan UMKM dan ekonomi kreatif, peningkatan layanan dasar, pemberdayaan perempuan dan kelompok rentan, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Sementara itu, Bupati Solok Selatan, Khairunas, mengapresiasi perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Sumbar terhadap pembangunan daerahnya. Ia berharap pembangunan Jalan Abai–Sungai Dareh tetap menjadi prioritas karena memiliki peran penting dalam membuka akses wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kami berharap pembangunan Jalan Abai–Sungai Dareh dapat terus dilanjutkan. Jika belum memungkinkan diselesaikan pada tahun 2026, kami berharap dapat kembali menjadi prioritas pada tahun 2027. Jalan ini sangat dibutuhkan masyarakat untuk meningkatkan konektivitas dan aktivitas ekonomi daerah,” ujarnya.

Khairunas juga berharap Pemprov Sumbar terus memperjuangkan dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat, termasuk melalui skema Instruksi Presiden Jalan Daerah, guna mempercepat pembangunan infrastruktur strategis di Solok Selatan.

Audiensi tersebut turut dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah Pemerintah Kabupaten Solok Selatan serta kepala OPD terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. (Bdr)