Pendidikan

Masyhuri Hamidi Dikukuhkan Jabat Rektor Perdana Universitas Metamedia

813
×

Masyhuri Hamidi Dikukuhkan Jabat Rektor Perdana Universitas Metamedia

Sebarkan artikel ini

PADANG-Pasca berubah bentuk STMIK Indonesia Padang menjadi Universitas Metamedia Padang, Masyuhuri Hamidi SE MSi PhD jabat rektor perdana periode 2022 – 2026. Rektor pertama Metamedia ini dilantik Ketua Yayasan Amal Bhakti Mukmin (YABM) Universitas Metamedia Padang Ismael Usman SE, Jumat (30/9 /2022).

Rektor Universitas Metamedia Padang Irman Masyhuri Hamidi SE MSi PhD mengatakan, dengan perubahan status ke universitas ini dituntut untuk meningkatkan sarana dan prasarana perguruan dan civitas. “Selain itu juga sumberdaya manusia (SDM) tenaga pengajarnya seperti dosen yang unggul dan berkualitas sehingga melahirkan mahasiswanya yang berkualitas pula,” ucap Hamidi.

Tentu semua ini sesuai dengan Tri dharma pendidikan, yakni, pendidikan, pengajaran dan penelitian. Apalagi di sini beberapa dosen sedang kuliah mengambil doktor. Juga diharapkan di sini nanti terlahir seorang guru besar.

Begitu juga dengan mahasiswa perlu dipoles lagi. Sehingga ke depan mampu bersaing dengan kampus kampus swasta lain yang terkenal di negeri ini. Di antaranya Universitas Bina Nusantara (Binus) dan Telkom University, seperti dilihat kedua perguruan ini begitu pesat perkembangannya.

Selain itu perguruan tinggi ini harus mampu menyongsong i era revolusi teknologi, yang juga disebut era digitalisasi. Semunya serba digital, ini tantangan ke depan, termasuk kampus bakal menghadapinya.

Baca Juga:  Karya Dosen BK FIP UNP Diapresiasi Medali Emas dan Perak di Brunai Darussalam

Untuak diketahui kampus ini berbasis IT (informasi teknologi), maka kampus pada masa mendatang bakal maju. “Namun, tergantung bagaimana kita mengelolanya,” ucap Hamidi.

Dikatakan, dengan beralih baju ini maka perlu pengelolaan keras lagi. Semuanya harus dijawab dengan optimis dan tidak boleh psimis. Soal sarana dan prasarana, seperti hotel bintang empat, sarana dan prasarananya jangan hotel melati. Tentu perguruan tinggi swasta (PTS) ini diharapkan terus berbenah dari segala lini. Tentu perlu menjalin kerjasama, baik dengan pemerintah maupun non pemerintah. Serta pengelolaan yang profesional termasuk dengan manajemen keuangan yang akuntabel sesuai dengan regulasi.

Pembina Yayasan Amal Bhakti Mukmin (YABM) Universitas Metamedia Padang Irman Gusman mengatakan, sebelum STMIK Indonesia Padang ini bertransformasi menjadi universitas telah memakan waktu 36 tahun, yang pertama kali dirintis sosok Usman Gaus. Sosok Usman Gaus bermimpi sekolah tinggi ini perguruan tinggi bernafaskan agamis tapi harus menguasai teknologi.

“Seperti diketahui di mana lahirnya Universitas Metamedia ini dilatarbelakangi dari Meta Fest, yang merupakam era media yang tersistem,” ujar Irman.

Irman harapkan, ke depan mahasiswa Universitas Metamedia ini dituntut mampu bersaing ke depannya. Seperti dunia kerja di era digital sekarang fisiknya berada di Indonesia dia bisa bersilancar bekerja di dunia internasional. Contohnya, sekarang bisa bekerja dengan perusahaan luar negeri secara virtual, dengan fisiknya berada di Padang. Tapi bekerja dengan perusahaan luar negri seperti di Singapura, sehingga standar ganjinya luar negeri, tapi dibelanjakan di dalam negeri.

Baca Juga:  Pemprov Sumbar Tinjau Lokasi Sekolah Rakyat di Tanah Datar

Sebab, tak terbantahkan untuk 10 tahun ke depan dunia kerja maupun pendidikan akan betransformasi dari man power ke mind power.

Kepala LLDIKTI Wilayah X Sumbar, Riau, Jambi dan Kepri Afdalisma SH MPd mengatakan, universitas ini merupakan yang ke 36 di lingkungan LLDIKTI Wilayah X. Maka ke depan diharapkan Universitas Metamedia harus mampu bersaing membnaguan, dunia jejaring dan dunia ekonomi. Semua itu bisa terwujud dengan kepemimpinan yang berintegritas.

“Diharapkan dengan kepemimpinan Hamidi, bisa bersaing dan berinovasi di dunia pendidikan, dalam mencetak sumberdaya manusia (SDM) yang handal di era teknologi tapi yang agamis, ” ujar Afdalisma.

Dikatakan, selain itu perguruan ini harus mampu bersaing di level daerah, nasional maupun internasional. Tentu dengan meningkatkan sarana dan pesanan-nya serta SDM – nya. Serta bisa menjaga kuliatas pendidikan, dengan mengusung program pendidikan yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan tantangan dunia kerja. Maka kurikulum yang ada di universitas ini harus mampu menjawab tantangan dunia kerja. (drd)