Pendidikan

HGN 2020, MAN 3 Padang Bertabur Anugerah dan Penghargaan 

239
×

HGN 2020, MAN 3 Padang Bertabur Anugerah dan Penghargaan 

Sebarkan artikel ini

PADANG-Keluarga besar MAN 3 Padang memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2020 dengan penuh kesederhanaan dan secara minimalis, Rabu (25/11). Namun demikian, kegiatan peringatan Hari Guru itu tetap berlangsung khidmat, semarak, dan penuh makna.

Hari Guru Nasional tahun 2020 mengusung tema ‘Bangkitkan Semangat Wujudkan Merdeka Belajar’.

Kegiatan diikuti Kepala MAN 3 Padang Afrizal, para wakil kepala madrasah, Kaur TU Ardiani, majelis guru dan pegawai, serta siswa dalam jumlah terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat, yakni wajib memakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan. Selain itu juga tidak ada kontak fisik guna mencegah potensi penyebaran Covid-19.

Panitia peringatan Hari Guru di MAN 3 Padang menyusun rangkaian kegiatan acara dengan memastikan tidak menimbulkan kerumunan atau penumpukan orang dalam jumlah banyak, sesuai instruksi pemerintah dan pedoman peringatan Hari Guru  2020 dari Kemendikbud dan Kemenag.

BACA JUGA  Nasrul Abit Bakal Penuhi Permintaan Warga Kucurkan Beasiswa Miskin

Kepala MAN 3 Padang menyerahkan penghargaan kepada tenaga kependidikan berdedikasi pada peringatan Hari Guru Nasional ke-75 tahun 2020, Rabu (25/11/2020).

Peringatan Hari Guru diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan Hymne Guru dan Hymne madrasah diiringi instrumen musik yang dibawakan Symphony Man Tigo Community (STMC).

Kepala MAN 3 Padang Afrizal mengatakan peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2020 ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena diperingati dalam situasi pandemi covid-19. Seluruh dunia, terkena dampak langsung. Sekolah, madrasah, dan lembaga pendidikan pun sementara harus ditutup. Data UNESCO mencatat lebih dari 90 persen atau di atas 1,3 miliar populasi siswa global harus belajar dari rumah.

BACA JUGA  Dibantu Muhammadiyah Pusat Rp200 Juta, Pembangunan Asrama Pontren Kauman Dimulai

Menurutnya, hampir satu generasi di dunia terganggu pendidikannya. Akibat pandemi pula, jutaan pendidik dan anak didik dituntut untuk bisa melakukan pembelajaran jarak jauh atau belajar dari rumah.

“Situasi sulit ini kadang kala membuat kita merasa tidak nyaman dan tidak berdaya. Ada pilihan untuk menyerah, ada opsi untuk mengeluh. Namun, kita memilih terus bangkit dan berjuang. Itu karena keyakinan bahwa kita tetap bisa mengupayakan keberlanjutan pembelajaran bagi murid-murid yang kita cintai walau dengan segala keterbatasan,” ujar Afrizal.

Comment