Peristiwa

Bukittinggi Menuju New Normal, PSBB Sumbar Diperpanjang Hingga 7 Juni 2020

96
×

Bukittinggi Menuju New Normal, PSBB Sumbar Diperpanjang Hingga 7 Juni 2020

Sebarkan artikel ini
Gubernur Irwan Prayitno

PADANG – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Sumbar jilid dua berakhir 29 Mei 2020. Seiring dengan itu, Gubernur Irwan Prayitno sudah mengumumkan perpanjangan hingga 7 Juni 2020.

“PSBB Sumbar diperpanjang hingga 7 Juni 2020, dengan empat poin penting yang harus dilakukan,” ujar Gubernur Irwan di Rumah Bagonjong ketika mengikuti Video Conference (Vidcon) bersama Bupati Wali Kota se-Sumbar, Kamis (28/5/2020).

Penyampaian itu didampingi Wakil Gubernur Nasrul Abit, Forkompimda Sumbar. Hanya saja pada PSBB jilid tiga Kota Bukittinggi tidak ikut lagi. Dari 19 Kabupaten/Kota, hanya Kota Bukittinggi sudah menerapkan konsep New Normal.

Keputusan ini diambil oleh Gubernur setelah mendengar dan mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak, diantaranya Bupati Wali Kota se-Sumbar dan kajian dari pakar epidemologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas.

BACA JUGA  Viral Aksi Penangkapan Pencuri Kabel PT Semen Padang, Ini Koronologinya

Disamping itu penetapan keputusan ini juga telah dikoordinasikan dengan Kementerian Kesehatan RI termasuk dengan Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pusat, Letjen Doni Monardo.

Empat poin penting dimaksud Irwan, yakni diantaranya melakukan persiapan dan pelaksanaan tahapan-tahapan menuju New Normal dengan mengurangi pembatasan, dimana teknis pelaksanaannya diserahkan kepada masing-masing kepala daerah kabupaten/kota sesuai dengan regulasi yang ada.

“Tatanan baru produktif dan aman dari covid atau yang lebih dikenal dengan istilah New Normal pasti kita hadapi, namun hal ini akan dilakukan secara bertahap dengan berbagai persiapan, juga sembari menunggu Keppres dikeluarkan,” paparnya.

Kedua, adalah bagaimana mengoptimalkan upaya-upaya dalam mendisiplinkan masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan Covid-19.

BACA JUGA  Diguyur Hujan Semalaman, Ini Tiga Daerah Terdampak Parah di Sumbar

“Hal ini sejalan dengan arahan Presiden kepada TNI-POLRI untuk ikut mendisiplinkan masyarakat pada beberapa titik keramaian,” ungkapnya.

Poin selanjutnya Sumbar tetap mempertahankan kondisi tanggap darurat. Artinya selama Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Status Bencana Nonalam COVID-19 sebagai Bencana Nasional belum diakhiri atau dicabut, secara otomatis Pemprov Sumbar akan tetap dengan kondisi siaga darurat.

Comment