Pendidikan

UNP Kembali Yudisium 838 Lulusan Program Pendidikan Guru

116
×

UNP Kembali Yudisium 838 Lulusan Program Pendidikan Guru

Sebarkan artikel ini

PADANG — Universitas Negeri Padang (UNP) melaksanakan yudisium terhadap 838 peserta Program Pendidikan Guru (PPG) yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Yudisium Lulusan Pendidikan Profesi Guru Angakatan Ke-6 dan 7 Tahun 2019 digelar di Auditoirum UNP, Senin (17//2/2020).

Meski sumber belajar saat ini tidak hanya berpusat pada guru tetapi sudah ada di dalam jaringan, namun keberadaan dan eksistensi guru di era igital technologi tersebut tidak sepenuhnya dapat menggantikan peran guru. Guru bukan hanya mengajar yang mentransfer ilmu pengetahuan dan keterampilan kepada peserta didik, melainkan memberikan bimbingan, latihan, teladan, pembiasaan, dan kasih sayang dan cinta kasih serta menyentuh hati nurani dan pribadinya dalam rangka pembentukan karakter, mental dan moral peserta didik.

Rektor UNP, Prof Ganefri dalam sambutanya menjelaskan guru tetap yang utama membimbing siswa saat belajar. Teknologi hanya sarana atau alat yang tergantung kepada tujuan dari orang yang menggunakannya. Dengan demikian ada sebagian tugas yang dikerjakan guru, dan sebagian tugas lainnya didelegasikan kepada peralatan teknologi digital.

“Keberadaan teknologi digital sebagian dapat menggantikan atau membantu peran guru terutama pada aspek pengajaran yang bertumpu pada transfer of knowledge and tekhnology and skill, namun tidak dapat menggantikan peran guru sebagai pendidik, yang bertugas membentuk karakter, mental, kepribadian, sikap dan tabi’at melalui penanaman nilai-nilai luhur, yang berbasis pada agama dan nilai-nilai budaya luhur yang dilakukan dengan cinta kasih, melalui keteladanan, bimbingan, latihan, pembiasaan, dan sebagainya,” ungkapnya.

BACA JUGA  33 CPNS Dosen UNP Terima SK, Rektor Minta Tingkatkan Kemampuan Bahasa Asing

Ganefri menambahkan baru-baru ini informasi yang amat penting renungkan kembali adalah hasil kemampuan berpikir dasar anak-anak dalam penelitian PISA sebagai dasar untuk memprediksi kesuksesan seseorang pada Masa depannya. Kemampuan berpikir dasar tersebut adalah tiga bidang yakni matematika, sains, dan membaca.

“Berkaitan dengan hasil rangking PISA tersebut, Mendikbud telah melakukan perubahan-perubahan penting agar pendidik bisa melakukan inovasi yang disebut dalam wawasan merdeka belajar. Rendahnya kemampuan dasar bidang Matematika, Sains, dan Membaca merupakan tanggung jawab guru, pengelola pendidikan, dan tanggung LPTK,” jelasnya.

Comment