Budaya

Gubernur Sumbar Terima Sertifikat Warisan Dunia UNESCO  Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto

268
×

Gubernur Sumbar Terima Sertifikat Warisan Dunia UNESCO  Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto

Sebarkan artikel ini

PADANG — Sertifikat asli penetapan Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto sebagai Warisan Dunia yang diterima langsung Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dari UNESCO telah diserahkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Prof. Dr. Arief Rahman di Auditorium Gubernuran, Padang. Selasa (29/10/2019).

Penetapan Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto peninggalan era kolonial Belanda sebagai situs Warisan Dunia UNESCO disebut sebagai perwujudan diplomasi kebudayaan Indonesia tidak lah mudah mendapatkannya.

Setelah menerima sertifikat gubernur Sumbar mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah berjuang untuk mendapatkan kepercayaan dari UNESCO Ombilin Coal Mining Heritage Of Sawahlunto atau Penetapan Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto.

BACA JUGA  Monumen untuk Pahlawan Kemanusiaan Achmad Mochtar dan Rumah Gadang untuk Bundo Kanduang Diresmikan

Hadir dalam penyerahan sertifikat tersebut, Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Prof. Dr. Arief Rahman, Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya, Nadjamuddin Ramli, Pemerintah Kota Padang, Kota Padang Panjang, Kota Solok, Kabupaten Solok, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Tanah Datar, para OPD terkait.

“Alhamdulilah, patut kita berbangga hati, sudah ditetapkan pertambangan Batu Bara Ombilin era kolonial Belanda di Sawahlunto sebagai warisan budaya dunia,” kata Gubernur Sumbar dalam sambutannya.

“Kita semua tahu, prosesnya ini butuh kerja keras dan tidak mudah yang membutuhkan waktu yang panjang dalam kajian dari UNESCO. Dimulai sejak tahun 2001 hingga terus studinya dilakukan hingga akhirnya baru dinilai, disepakati, dan diteguhkan pada tahun 2019. Karena itu warisan dunia ini haris kita jaga dan lestarikan,” ucapnya.

BACA JUGA  Imam Tetap Masjid Raya Sumbar Diberhentikan Mendadak, H. Albizar: Alasan Pengurus Tidak Benar

Gubernur Sumbar menjelaskan, UNESCO menilai konsep yang terdapat dalam sistem penambangan batubara tersebut, secara keseluruhan memenuhi keunikan kebudayaan yang khas dalam menata infrastruktur pada masa itu.

Adapun dalam pembahasan tersebut pada pemerintah Kolonial Belanda saat itu tercetus konsep : Sawahlunto Mining Site and Company Town / Situs Pertamanya Kota Sawahlunto, Railway Facilities and Engineering Structure / Fasilitas dan Infrastrutur Perkeretapian dan Coal Storage Facilities at Emmahaven Port / Fasilitas Penyimpanan Batubara di Emmahaven.

Comment