Olahraga

Pertandingan Diwarnai Listrik Mati, Sekangkah Lagi Takraw Sumbar ke PON

190
×

Pertandingan Diwarnai Listrik Mati, Sekangkah Lagi Takraw Sumbar ke PON

Sebarkan artikel ini

PADANG-Tim duble tim putra sepak takraw Sumbar melenggang ke babak final setelah megandaskan tim sepak takraw Kepulauan Riau (Kepri) di Kualifikasi Pra PON di Hall ISTC Icuk Sugiarto Sukabumi Jabar, Minggu (4/8/19).

Di babak final Sumbar akan bertemu dengan tim sepak takraw Riau, pasca megandaskan Kepri dengan skor 2-1. Namun, kemenangan Tim Sumbar diwarnai listrik mati, sehingga pertandingan sempat terhenti. Dan terpaksa pertandingan set ketiga diulang ke posisi 0 – 0. Alhasil, keputusan panitia sempat diprotes Sumbar.

Sedangkan, Tim beregu putri Sumbar telah sukses mengantongi tiket ke PON Papua tahun 2020 mendatang. Tim putri melenggang dengan tiket PON setelah megandaskan Tim putri Bangka Belitung (Babel) dengan skor 2-1.

BACA JUGA  Medio Desember, KONI Padang Helat Porkota

“Namun, melangkahnya tim putra nomor duble tim dipenuhi cerita menarik, karena pada set ketiga di babak semifinal itu diwarnai listrik mati dan protes Sumbar ke panitia pelaksana,” ujar Pelatih Takraw Sumbar Syahril Bais via WhatsApp – nya, Senin (5/8/19).

Sebab, pada laga melawan Tim Kepri di semifinal, Minggu siang (4/8 /19) itu posisi skor 1-1, namun pada set ketiga angka berpihak kepada Sumbar. Tapi, tiba tiba lampu mati, sehingga pertandingan dihentikan. Tapi, sayangnya panitia tidak siap dengan sarana dan prasarana pertandingan seperti genset. Sebab, kalau panitia siap genset pertandingan tidak akan tertunda cukup lama.

Tapi, kenyataannya listrik mati hingga sore. Bahkan, panitia baru bisa mendatangkan genset pada pukul18. 00 WIB. Parahnya, lagi panitia tiba tiba ambil keputusan untuk mengulang set ketika ke kondisi 0-0 kembali. Sikap panitia ini spontan saja membuat tim official sepak takraw Sumbar protes ke panitia.

BACA JUGA  Porwil XI Riau, Tim Sepakbola Sumbar Bidik Tiket Lolos PON 2024

Walaupun secara regulasi itu benar adanya, akan tetapi panitia tidak mengantisipasi kondisi terburuk sejak awal. Karena alasan Sumbar untuk protes, karena poin D regulasi pertandingan, sarana penerangan memadai termasuk persiapan genset. Kemudian ventilasi ruangan yang memadai.

Akan tetapi, setelah terjadi adu argumen dengan panitia, akhirnya official tim takraw Sumbar bersedia melanjutkan pertandingan set ketiga dengan posisi 0-0 kembali.

Comment