Sumatera Barat

Diresmikan Mahyeldi, SMKN 1 Sasak Pasaman Barat Miliki Gedung Baru Senilai Rp3 Miliar

11
×

Diresmikan Mahyeldi, SMKN 1 Sasak Pasaman Barat Miliki Gedung Baru Senilai Rp3 Miliar

Sebarkan artikel ini
Mahyeldi meresmikan gedung baru SMKN 1 Sasak senilai Rp3 miliar untuk menghadirkan fasilitas pendidikan aman dari banjir.

PASAMAN BARAT – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah meresmikan gedung baru SMK Negeri 1 Sasak, Kecamatan Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat, Kamis (5/11/2026). Pembangunan fasilitas pendidikan tersebut menjadi solusi untuk mengatasi ancaman banjir yang selama ini mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut.

Mahyeldi mengatakan, pembangunan gedung baru SMKN 1 Sasak merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan pendidikan. Relokasi sekolah ke kawasan yang lebih aman diharapkan memberikan kenyamanan bagi siswa dan tenaga pendidik sekaligus mengurangi risiko gangguan akibat bencana.

Dia juga mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat sektor pendidikan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Menurutnya, pemerintah pusat tidak hanya mengalokasikan anggaran, tetapi juga melaksanakan pembangunan dan rehabilitasi sekolah yang membutuhkan penanganan di berbagai daerah, termasuk Sumatera Barat.

“Tidak hanya mengalokasikan anggaran, pemerintah pusat juga langsung menyelenggarakan pembangunan bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan penanganan di berbagai daerah, termasuk Sumatera Barat,” ujarnya.

Berdasarkan data Sarana Prasarana Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, sebanyak 78 satuan pendidikan negeri dan swasta menerima bantuan Program Revitalisasi pada 2025. Bantuan tersebut mencakup pembangunan dan rehabilitasi 77 sekolah serta pembangunan satu Unit Sekolah Baru (USB). Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp115,77 miliar.

Baca Juga:  Sampai 30 September 2025, Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor di Sumbar Diperpanjang

Pada 2026, pemerintah pusat kembali mengalokasikan Program Revitalisasi Kebencanaan bagi 34 sekolah negeri dan swasta di Sumatera Barat dengan anggaran Rp48,42 miliar. Selain itu, Program Revitalisasi Reguler juga menjangkau 30 sekolah dengan total anggaran Rp40,46 miliar.

Dengan demikian, total bantuan revitalisasi kebencanaan dan reguler untuk sekolah-sekolah di Sumatera Barat sepanjang 2026 mencapai sekitar Rp88,89 miliar. Anggaran tersebut mendukung peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di berbagai daerah.

SMK Negeri 1 Sasak menjadi salah satu penerima bantuan Program Revitalisasi Kebencanaan tersebut. Sekolah ini memperoleh anggaran Rp2.999.958.000 atau sekitar Rp3 miliar untuk membangun tiga gedung baru. Seluruh bangunan kini telah selesai dan siap menunjang kegiatan pendidikan.

Wakil Bupati Pasaman Barat M. Ihpan menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat atas perhatian terhadap peningkatan fasilitas pendidikan di daerahnya. Dia berharap gedung baru tersebut mampu meningkatkan daya saing SMKN 1 Sasak, baik dari kualitas pembelajaran maupun kompetensi lulusannya.

Menurut Ihpan, kelengkapan fasilitas sekolah harus berjalan seiring dengan peningkatan mutu pendidikan. Sekolah juga perlu memperkuat kemampuan lulusan agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan demikian, fasilitas pendidikan yang layak dapat memberikan manfaat nyata bagi masa depan generasi muda.

Baca Juga:  BPBD Sumbar Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi

Sebelumnya, Kepala SMK Negeri 1 Sasak Desman menjelaskan, sekolah tersebut awalnya berada di kawasan Muaro Sasak yang kerap dilanda banjir. Kondisi itu mendorong pihak sekolah melakukan relokasi pembangunan gedung baru ke lokasi yang dinilai lebih aman. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan mendukung pembangunan tersebut melalui program revitalisasi sekolah.

Pembangunan gedung baru dimulai dengan peletakan batu pertama pada 11 Maret 2026. Pihak sekolah berhasil menuntaskan pembangunan tiga gedung dalam waktu kurang dari satu tahun.

“Alhamdulillah, tiga gedung baru dengan total anggaran sekitar Rp3 miliar sudah selesai dibangun. Hari ini, 5 November 2026, gedung tersebut diresmikan dan siap dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar,” ungkapnya.

Desman menambahkan, pihak sekolah tetap akan memanfaatkan kampus lama sebagai fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar. Ke depan, sekolah juga merencanakan pengembangan pendidikan melalui penambahan program keahlian atau jurusan baru.

Peresmian tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Pasaman Barat, jajaran Forkopimda Kabupaten Pasaman Barat, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Sumatera Barat, Kepala Biro Umum Setda Provinsi Sumatera Barat, Camat Sasak Ranah Pasisie, serta tokoh masyarakat setempat. (Bdr)