PeristiwaSumatera Barat

BPBD Sumbar Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi

54
×

BPBD Sumbar Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi

Sebarkan artikel ini
Kondisi Pantai Padang yang diterpa angin kencang dan awan tebal.

PADANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi pada sejumlah kabupaten/kota karena cuaca buruk pada periode 16 hingga 22 April 2024.

“Kita mendapatkan informasi potensi bencana hidrometeorologi dari BMKG untuk beberapa daerah di Sumbar. Informasi ini sudah kita sampaikan ke daerah,” kata Juru Bicara BPBD Sumbar, Ilham di Padang, Rabu (17/4).

Dalam Surat BMKG Nomor e.B/ME.02.04/001/KPPI/IV/2024 itu BMKG merekomendasikan agar Pemprov Sumbar menyampaikan informasi tersebut pada kabupaten dan kota agar diambil langkah antisipasi.

Langkah antisipasi itu diantaranya merevitalisasi daerah berpotensi bencana dan mengimbau masyarakat sekitar daerah bencana untuk waspada dan menjauh dari titik berpotensi bencana.

BACA JUGA  Lantik Pj Wako Padang Panjang dan Pj Wako Pariaman, Ini Pesan Gubernur Mahyeldi

“Gubernur Sumbar, Mahyeldi merespon surat dari BMKG ini dengan menggelar rapat dengan OPD terkait sebagai langkah antisipasi bencana,” kata Ilham.

Ia menyebut berdasarkan surat dari BMKG itu daerah yang berpotensi terkena bencana hidrometeorologi diantaranya Kabupaten Agam, Padang Pariaman, Pasaman Barat, Padang, Limapuluh Kota.

Kemudian Kota Payakumbuh, Tanah Datar, Solok, Solok Selatan, Pesisir Selatan, Dharmasraya, Pasaman, Sijunjung, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Lalu Kota Solok, Bukittinggi, Padang Panjang dan Pariaman.

Sebelumnya sejumlah daerah di Sumbar juga ditimpa bencana banjir dan longsor. Kabupaten Pesisir Selatan menjadi daerah yang terparah hingga merenggut puluhan koban jiwa.

Selain itu sejumlah infrastruktur dan fasilitas umum juga terdampak bencana hingga beberapa raus jalan negara penghubung Sumbar dan Bengkulu terputus.

BACA JUGA  Ramadan, Polsek Sungai Pagu Berbagi Dengan Panti Asuhan

Selain itu, curah hujan yang tinggi juga menyebabkan banjir lahar dingin di dua daerah masing-masing Kabupaten Agam dan Tanah Datar yang memiliki sejumlah aliran sungai berhulu di Gunung Marapi.

Bencana itu juga membuat jalan negara penghubung Padang dan Bukittinggi sempat terputus karena luapan banjir lahar dingin meluber hingga ke badan jalan.(Bdr)

Comment