Peristiwa

Pengerjaan Jalan SMAN 16 Padang Disyukuri Warga, Tapi Diharapkan Jangan jadi Proyek Misbar

5
×

Pengerjaan Jalan SMAN 16 Padang Disyukuri Warga, Tapi Diharapkan Jangan jadi Proyek Misbar

Sebarkan artikel ini

PADANG-Masyarakat di sepanjang jalan SMAN 16 Padang (Simpang Akhirat -hingga Bukit Napa- red) bersyukur menyusul pekerjaan pengaspalan jalan di kampung mereka telah berjalan. Bahkan, hingga sekarang proyek bernilai Rp 2,3 miliar ini telah masuk ke tahap pengerasan.

Namun, masyarakat setempat berharap pengerjaan peningkatan jalan itu tidak hanya mengejar waktu sesuai tenggat waktu tender saja. Akan tetapi, bagaimana pengerjaanya memperhatikan sisi kualitasnya.

Namun, sayangnya seminggu belakangan proses pengerjaan sempat terhenti. Namun, apa penyebabnya masyarakat mengaku tidak mengetahui apa kendalanya.

Kemudian, dengan harapan pengerjaan yang bwekualitas tentu otomatis jalan akan awet dan tahan lama. Sehingga janganlah proyek “Misbar”, pengerjaan tuntas lalu terjadi kerusakan di mana – mana.

“Selain itu kontraktor alias pemborong seharusnya juga memperhatikan aspirasi masyarakat di sepanjang jalan itu. Karena merekalah yang memanfaatkan jalan tersebut setiap saat,” ungkap Arman Malin Bungsu salah seorang tokoh masyarakat setempat, Rabu (26/10/2026).

Ungkapan Arman yang juga Ketua RW 2 ini, tentu ada alasannya. Sebab, saat ini ada beberapa aspirasi masyarakat setempat yang masih belum ada ditindaklanjuti pemborong. Di antaranya, kapalo Banda Sawah aliran air untuk mengairi sawah warga, belum ada tanda – tanda dibuatkan. Jika hal ini tidak diperhatikan bagiamana caranya masyarakat pemilik lahan menggarap sawahnya jika kapalo banda ke sawah mereka tidak dibangunkan.

Baca Juga:  Irwan Basir Dt Rj Alam Peduli Korban Kebakaran Tanjung Aua Koto Tangah 

Kemudian, jembatan jalan ke masing – masing rumah warga di sepanjang jalan tersebut. Aspirasi tersebut telah disampaikan kepada konsultan yang selalu mengawasi pengerjaan jalan tersebut. “Tapi, alhamdulillah hingga sekarang belum juga tanda – tanda dibangunkan,” sesal Arman.

Selain itu, gorong – gorong di depan Lapau Nasi Buyuang Param tersebut tidak usah terlalu besar, karena manfaatnya polongan tersebut hanya untuk pemecah air saja. Lalu, permukaan gorong – gorong tersebut seharusnya dibikin coran plat dengan besi berkarang. Sehingga tidak dikhawatirkan tidak terban saat dilalui kendaraan berat.

“Sementara, kondisi yang ada sekarang gorong – gorong di depan Lapau Nasi tersebut hanya dicor tanpa dikasih besi. Ini dikhawatirkan akan pecah saat dilewati kendaraan berat (truk mollen) yang sering lalu – lalang membawa material, siapa yang bertanggung jawab,” ujar Arman.

Lalu, mulut gorong – gorong sebelah ke Lapau Nasi tersebut dicor separuh, ketika debit air normal air akan tetap mengalir ke bawah untuk mengaliri lahan pertanian warga. Saat debit air besar, air akan melimpah ke arah saluran besar arah ke MTsN 5 Padang.

Baca Juga:  Foto - foto Demo Besar di Sumbar

Hal senada juga diucapkan Ketua RT 01/RW 2 Krisman Rj Manih mengatakan, kini harapan masyarakat sudah terwujud, namun diminta kepada kontraktor, yang bekerja agar memperhatikan aspirasi masyarakat yang disampaikan lewat tokoh masyarakat. Masukan lainya, seperti pintu air yang ada jalan pendakian SMAN 16 Padang tersebut harus diperbaiki.

“Jika tidak diperbaiki, maka apabila terjadi luapan air di saluran irigasi tersier dari Gunung Nago tersebut terjadi banjir yang menggenangi jalan dari tanjakan hingga Simpang Akhirat, diyakini jalan itu tak akan berumur panjang,” ujar Krisman.

Tapi, saat ini sisi kiri dan kanan jalan dicor. Itu hal yang bagus, tapi sayang coran sisi kiri dan kanan jalan itu hanya sampai depan LPK saja. Lucunya, kenapa coran sisi kiri dan kanan jalan itu tak sampai ke tanjakan jalan SMAN 16 Padang.

Dan anehnya, sisi kiri dan kanan sebelum dicor seharus dikerok dulu tanahnya. Tapi, kini sebagian dikerok tanahnya, sebagian tidak dikerok tanahnya, langsung dicor saja. Ditambah, permintaan warga untuk membuat drainase dari depan SMAN 16 Padang hingga Mushalla jelang penurunan, juga belum ada tanda – tanda dibangunkan kembali. (drd)