Pendidikan

Mahasiswa Unand Terbitkan Buku Memoar KKN, 38 Hari di Paninjauan

7
×

Mahasiswa Unand Terbitkan Buku Memoar KKN, 38 Hari di Paninjauan

Sebarkan artikel ini

PADANG – Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Andalas (Unand), Dennis Sukma Adiputra, menerbitkan sebuah buku memoar berjudul 38 Hari di Paninjauan: Memoar KKN 2026.

‎Buku tersebut merekam berbagai pengalaman, suka duka, serta perjalanan pengabdian yang dijalani penulis selama mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Nagari Paninjauan, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar.

‎Buku setebal 254 halaman yang diterbitkan oleh MRI Press, Padang, itu menjadi dokumentasi pengalaman Dennis selama menjalani program KKN yang berlangsung sejak 1 Januari hingga 7 Februari 2026.

‎Dalam buku tersebut, Dennis tidak hanya menceritakan aktivitas pengabdiannya kepada masyarakat, tetapi juga menyajikan kisah-kisah keseharian yang penuh makna bersama rekan-rekan sesama mahasiswa dan masyarakat setempat.

‎Menurut Dennis, gagasan menulis buku lahir dari keinginannya mengabadikan perjalanan hidup sebagai mahasiswa.

‎Ia menilai pengalaman selama menjalani KKN merupakan bagian penting yang layak didokumentasikan agar tidak hilang ditelan waktu.

‎”Semoga buku ini menjadi kenangan dan serpihan informasi bagi pembacanya,” ujar Dennis.

‎Ia menjelaskan, pengalaman selama 38 hari di Nagari Paninjauan, memiliki cerita yang berharga.

‎Mulai dari proses beradaptasi dengan lingkungan baru, menyusun dan melaksanakan program kerja, hingga membangun hubungan dengan masyarakat menjadi rangkaian pengalaman yang membentuk cara pandangnya terhadap kehidupan sosial.

‎Berbagai peristiwa yang dituangkan dalam buku tersebut disajikan secara ringan dan mengalir.

‎Pembaca diajak mengikuti dinamika kehidupan di posko KKN, mulai dari kejadian-kejadian lucu yang mengundang tawa, tantangan saat menjalankan program pengabdian, hingga momen-momen haru ketika harus mengakhiri masa pengabdian dan berpamitan dengan warga Nagari Paninjauan.

‎Interaksi yang terjalin antara mahasiswa peserta KKN dengan masyarakat menjadi salah satu kekuatan utama buku ini.

‎Dennis menggambarkan bagaimana kebersamaan dengan warga memberikan banyak pelajaran mengenai nilai gotong royong, kepedulian, dan kehidupan bermasyarakat yang tidak selalu diperoleh di ruang perkuliahan.

‎Selain menjadi catatan perjalanan pribadi, buku ini juga diharapkan dapat memberikan gambaran kepada mahasiswa lain mengenai pengalaman menjalani KKN sebagai bagian dari proses pembelajaran di perguruan tinggi.

‎Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa KKN bukan sekadar menjalankan program kerja, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, serta kemampuan beradaptasi di tengah masyarakat.

‎Dekan Fakultas Hukum Universitas Andalas, Prof. Dr. Ferdi, S.H., M.H., dalam kata pengantar buku tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap tv inisiatif Dennis mendokumentasikan pengalaman KKN dalam bentuk buku.

‎Menurutnya, budaya menulis di kalangan mahasiswa saat ini mulai menjadi sesuatu yang langka sehingga perlu terus didorong melalui berbagai karya nyata.

‎”Saya berharap buku Memoar KKN ini menambah koleksi buku karya mahasiswa dan bisa menjadi pemicu bagi mahasiswa lain untuk giat menulis, karena manfaat menulis sangat banyak,” tulis Prof. Ferdi dalam kata pengantarnya.

‎Ia menilai kemampuan menuangkan pengalaman dan gagasan dalam bentuk tulisan merupakan bekal penting bagi mahasiswa, tidak hanya selama menempuh pendidikan tinggi, tetapi juga dalam kehidupan profesional di masa depan.

‎Karena itu, lahirnya buku karya mahasiswa seperti ini dinilai menjadi contoh positif yang layak diapresiasi.

‎Buku 38 Hari di Paninjauan: Memoar KKN 2026 juga melalui proses penyuntingan oleh Sukwan Hanafi sehingga penyajian cerita menjadi lebih runtut dan nyaman dibaca.

‎Dengan gaya bertutur yang sederhana, buku ini menghadirkan pengalaman nyata seorang mahasiswa yang menjalani pengabdian kepada masyarakat dari sudut pandang personal tanpa kehilangan nilai informatifnya.

‎Kehadiran buku memoar ini menambah daftar karya tulis yang lahir dari pengalaman mahasiswa di lapangan.

‎Berbeda dengan laporan akademik KKN yang umumnya bersifat formal dan ilmiah, memoar ini menghadirkan sisi manusiawi dari kehidupan mahasiswa selama menjalankan pengabdian.

‎Pembaca tidak hanya memperoleh informasi mengenai kegiatan KKN, tetapi juga dapat merasakan dinamika emosi, tantangan, persahabatan, hingga kedekatan yang terbangun dengan masyarakat.

‎Melalui buku tersebut, Dennis berharap pengalaman sederhana yang ia alami dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk mendokumentasikan perjalanan hidup mereka dalam bentuk tulisan.

‎Menurutnya, setiap proses yang dijalani selama menjadi mahasiswa memiliki nilai yang layak dikenang sekaligus dibagikan kepada orang lain.

‎Terbitnya 38 Hari di Paninjauan: Memoar KKN 2026 sekaligus menjadi pengingat bahwa pengalaman pengabdian kepada masyarakat tidak hanya dapat diwujudkan dalam bentuk program kerja, tetapi juga melalui karya tulis yang merekam nilai-nilai, pembelajaran, dan kenangan yang lahir selama proses tersebut.

‎Buku ini diharapkan menjadi dokumentasi yang tidak hanya menyimpan jejak perjalanan penulis, tetapi juga memperkaya khazanah literasi mahasiswa Universitas Andalas serta mendorong tumbuhnya tradisi menulis di lingkungan kampus.(*/drd)

Baca Juga:  FGD FT Unand dengan Distan Pemkab  Solok  Fokus dan Komprehensif untuk Energi Terbarukan