PADANG – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah menegaskan keberlanjutan penguatan sistem mitigasi bencana daerah. Ia menyampaikan penegasan ini saat menerima audiensi Kepala BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang, Suaidi Ahadi di Istana Gubernur, Jumat (24/7/2026).
Audiensi ini menjadi momen pamitan Suaidi Ahadi sebelum berpindah tugas memimpin Stasiun Geofisika Kelas I Bandung. Mahyeldi mengapresiasi dedikasi jajaran BMKG mengawal potensi bencana serta memperkuat kesiapsiagaan masyarakat Sumatera Barat.
“Selamat bertugas di tempat baru. Terima kasih atas pengabdian dan kerja sama mengawal potensi bencana. Saya berharap seluruh program berlanjut dan terkawal baik,” ucap dia.
Mahyeldi menilai sinergi Pemprov Sumbar dan BMKG membentuk fondasi penting kesiapsiagaan bencana. Ia juga menitipkan apresiasi kepada jajaran BMKG Pusat atas dukungan penuh selama ini.
“Sampaikan terima kasih saya kepada BMKG Pusat atas kolaborasi. Dukungan tersebut sangat berarti memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah,” kata dia.
Suaidi Ahadi mengapresiasi respons cepat Pemprov Sumbar, BPBD, Kominfo, serta pemerintah kabupaten/kota dalam menyebarkan informasi kebencanaan. Ia menyebut Toni akan menggantikan posisinya setelah menyelesaikan tugas di Manado.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Hubungan BMKG dengan seluruh pemangku kepentingan terjalin erat. Sumatera Barat menjadi salah satu provinsi paling responsif,” ujar dia.
Suaidi melapor penyerahan sertifikat Tsunami Ready Community dari UNESCO untuk Kepulauan Mentawai dan Pesisir Selatan pada akhir September. Sertifikat ini menegaskan Sumatera Barat memegang pengakuan komunitas tanggap tsunami terbanyak di Indonesia. (Bdr)







