EkonomiHukumPolitikTanah Datar

Delapan Fraksi DPRD Tanah Datar Tanggapi Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025

10
×

Delapan Fraksi DPRD Tanah Datar Tanggapi Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Sebarkan artikel ini

TANAHDATAR – Delapan Fraksi DPRD Tanah Datar menyampaikan tanggapan atas Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025.

Penyampaian tanggapan fraksi dalam Rapat Paripurna dewan yang dipimpin Ketua DPRD Anton Yondra, didampingi Wakil Ketua Nurhamdi Zahari dan Kamrita, serta dihadiri 22 anggota DPRD lainnya di Pagaruyung, Jumat (12/6/2026).

Turut hadir Bupati Tanah Datar Eka Putra, Sekdakab Abdurrahman Hadi, para staf ahli, asisten, kepala OPD, camat, wali nagari se-Tanah Datar, serta undangan lainnya.

Ketua DPRD Anton Yondra menyampaikan apresiasi atas penyampaian Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2025 yang sebelumnya telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dengan hasil opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Anton Yondra juga menyebutkan bahwa pandangan umum fraksi disampaikan oleh delapan fraksi yang ada di DPRD Tanah Datar, yakni Fraksi Perjuangan Nurani Demokrat melalui juru bicara Darius, Fraksi Ummat Golkar oleh Herman Sugiarto, Fraksi PKB oleh Yonarlis, Fraksi PAN oleh Iswandi Putra, Fraksi NasDem oleh Noviandri, Fraksi Gerindra oleh Mulyani, Fraksi PPP oleh Zulhadi, dan Fraksi PKS oleh Nursal.

Baca Juga:  Bupati Eka Putra Tinjau Fasilitas Istano Basa Pagaruyung

Dalam pandangan umumnya, seluruh fraksi memberikan apresiasi atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar kembali meraih opini WTP terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025.

Namun demikian, fraksi-fraksi mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat organisasi perangkat daerah (OPD) terlena, karena keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari opini WTP semata.

Selain itu, sejumlah fraksi juga menyoroti penggunaan anggaran, realisasi pendapatan daerah, capaian target pajak daerah, serta upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Juru bicara Fraksi Ummat Golkar, Herman Sugiarto, menegaskan bahwa peningkatan PAD memerlukan strategi dan kebijakan yang tepat. Karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis agar berbagai kendala yang terjadi tidak terulang pada tahun-tahun mendatang.

Baca Juga:  Semen Padang Kampanyekan Green Energy di Politeknik Caltex Riau

Sementara itu, Fraksi NasDem melalui juru bicaranya, Noviandri, menekankan pentingnya memperkuat koordinasi antarperangkat daerah. Menurutnya, setiap rupiah anggaran yang digunakan harus benar-benar mampu mendorong pemulihan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di sisi lain, Fraksi PPP melalui juru bicara Zulhadi turut menyoroti persoalan tapal batas wilayah yang hingga kini belum tuntas. Fraksi PPP meminta agar persoalan tersebut segera diselesaikan dan tidak berlarut-larut.

“Kami mengapresiasi langkah awal yang telah dilakukan Bupati dengan mendatangi Kementerian Dalam Negeri. Untuk itu, Fraksi PPP mendorong percepatan penyelesaian persoalan tapal batas antara Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok,” ujarnya.

Sidang paripurna tersebut akan dilanjutkan dengan agenda penyampaian jawaban pemerintah daerah terhadap pandangan umum fraksi-fraksi DPRD. (Adri)