Sumatera Barat

Gubernur Mahyeldi Gaungkan Pelestarian Lingkungan Lewat Lomba Lagu Pasan Buruang se-Sumbar

13
×

Gubernur Mahyeldi Gaungkan Pelestarian Lingkungan Lewat Lomba Lagu Pasan Buruang se-Sumbar

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menggaungkan pentingnya pelestarian lingkungan melalui pendekatan seni dan budaya Minangkabau saat membuka Grand Final Lomba Video dan Lagu Pasan Buruang Antar SMA/SMK se-Sumbar 2026 di Auditorium Gubernuran Sumbar, Jumat malam (5/6/2026). Ist

PADANG — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menggaungkan pentingnya pelestarian lingkungan melalui pendekatan seni dan budaya Minangkabau saat membuka Grand Final Lomba Video dan Lagu Pasan Buruang Antar SMA/SMK se-Sumbar 2026 di Auditorium Gubernuran Sumbar, Jumat malam (5/6/2026).

Kegiatan yang diikuti 311 pelajar dari berbagai kabupaten dan kota di Sumbar itu menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda melalui karya kreatif yang berakar pada nilai budaya lokal.

Mahyeldi menegaskan pemilihan lagu Pasan Buruang sebagai tema lomba tidak sekadar menjadi ajang unjuk bakat seni. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi media edukasi untuk menanamkan pesan pelestarian lingkungan kepada para pelajar.

“Melalui lomba ini kita ingin menginternalisasikan pesan-pesan yang terkandung dalam lagu Pasan Buruang. Lagu-lagu Minang memiliki keunggulan karena syairnya lahir dari peristiwa alam dan kehidupan masyarakat sehari-hari, sehingga sarat dengan nilai dan pelajaran hidup,” katanya.

Mahyeldi menilai seni dan budaya memiliki kekuatan besar dalam membentuk kesadaran masyarakat. Generasi muda perlu didorong tidak hanya menikmati karya seni, tetapi juga menciptakan dan menyebarluaskan karya yang mengangkat persoalan sosial maupun lingkungan di sekitarnya.

“Kita ingin anak-anak kita terlatih mengangkat berbagai peristiwa yang terjadi di sekitar mereka menjadi karya yang bermakna. Yang terpenting bukan hanya menyanyi, tetapi bagaimana pesan itu sampai dan dapat dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Baca Juga:  Safari Ramadan, Wagub Sumbar Bantu Masjid Nurul Jannah Payakumbuh Rp25 Juta

Menurut Mahyeldi, pesan dalam lagu Pasan Buruang semakin relevan setelah Sumbar mengalami bencana banjir dan longsor di sejumlah daerah beberapa waktu lalu. Berkurangnya tutupan hutan serta praktik penebangan liar menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama.

“Daerah kita baru saja mengalami banjir dan longsor. Salah satu penyebabnya karena banyak pohon yang sudah hilang, baik karena tumbang maupun akibat penebangan ilegal. Karena itu, pesan-pesan pelestarian lingkungan harus terus disampaikan dengan berbagai cara, termasuk melalui seni dan budaya,” tegasnya.

Lomba Video dan Lagu Pasan Buruang merupakan hasil kolaborasi Dinas Pendidikan Sumbar bersama Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan, Diskominfotik Sumbar, serta sejumlah pihak lainnya. Kegiatan tersebut lahir sebagai refleksi atas bencana hidrometeorologi yang melanda Sumbar sekaligus upaya meningkatkan kepedulian lingkungan di kalangan pelajar.

Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Habibul Fuadi mengatakan antusiasme peserta mengikuti lomba sangat tinggi. Sebanyak 311 peserta SMA dan SMK mengirimkan video penampilan melalui media sosial sebagai bagian dari proses seleksi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 173 karya dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi dan substansi. Dewan juri kemudian menetapkan 50 semifinalis yang tampil langsung dengan iringan musik band sebelum memilih 10 finalis terbaik.

Baca Juga:  Gubernur Terima Surat Dirjen Bina Marga, Penetapan Lokasi Proyek KPBU Fly Over Sitinjau Lauik Mulai Diproses

“Malam ini kita menyaksikan 10 finalis terbaik, terdiri dari lima putra dan lima putri, yang telah melalui proses seleksi yang sangat ketat. Selain itu, kita juga menampilkan 10 karya video terbaik hasil kreativitas siswa-siswi dari berbagai daerah di Sumatera Barat,” katanya.

Habibul menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Dukungan datang dari pemerintah daerah, sponsor, kepala sekolah, guru pembimbing, hingga orang tua peserta.

Pada kesempatan itu, Habibul juga mengungkapkan rencana penguatan pendidikan lingkungan melalui Gerakan Satu Siswa Satu Pohon yang akan diterapkan pada tahun ajaran mendatang dengan dukungan bibit dari Dinas Kehutanan Sumbar.

“Kami menargetkan sekitar 80 ribu pohon ditanam setiap tahun. Jumlah itu sebanding dengan jumlah siswa SMA dan SMK yang lulus setiap tahunnya. Ini menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian lingkungan sejak dini,” katanya.

Grand Final Lomba Video dan Lagu Pasan Buruang 2026 turut dihadiri unsur Forkopimda Sumbar, bupati dan wali kota atau perwakilan, Ketua TP-PKK Sumbar, Ketua Dharma Wanita Persatuan Sumbar, pimpinan perangkat daerah, sponsor kegiatan, dewan juri, serta ratusan pelajar dan pendukung finalis dari berbagai daerah di Sumbar. (Bdr)