Umum

Selebaran Hasil Kajian MIB Meluas hingga ke Kota Padang

720
×

Selebaran Hasil Kajian MIB Meluas hingga ke Kota Padang

Sebarkan artikel ini

PADANG — Selebaran hasil kajian MIB (Mahasiswa Indonesia Bersatu) soal noktah hitam perjalanan bangsa, termasuk rekam jejak kekerasan di masa lalu, pengkhianatan demokrasi, hingga pembegalan amanat reformasi disebarkan juga di Kota Padang, Sumatera Barat.

Seperti diketahui Gerakan MIB beberapa waktu lalu menggelar aksi demonstrasi di berbagai kampus di Indonesia, Kamis (11/1/2024 ), tepat pada pukul 11.00 WIB. Aksi ini membagikan catatan-catatan kelam dari perjalanan bangsa yang bisa menjadi pelajaran bersama.

Aksi ini digelar di 13 kampus di wilayah Solo Raya, antara lain Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Islam Batik (Uniba), Universitas Surakarta (Unsa), Universitas Tunas Pembangunan (UTP), dan Universitas Slamet Riyadi (Unisri).

Aksi serupa juga digelar di Universitas Setia Budi Surakarta (USBS), UIN RM Said, Universitas Pignatelli Triputra, Universitas Veteran (Univet) Sukoharjo, Institut Maba’ul Ulum Surakarta, Universitas Muhammadiyah Karanganyar, dan ISI Surakarta.

Baca Juga:  Tim Gugus Tugas Covid-19, Semprot Disinfektan Perkantoran

Koordinator Gerakan MIB untuk Solo Raya, Rayhan Verdiansyah, mengatakan, aksi ini membagikan hasil kajian MIB soal noktah hitam perjalanan bangsa, termasuk rekam jejak kekerasan di masa lalu, pengkhianatan demokrasi, hingga pembegalan amanat reformasi.

Menurutnya, sejarah kelam bangsa itu dilakukan oleh para konspirator yang patut diduga sebagai kekuatan neo-Orde Baru yang ingin membangun kembali rezim otoriter bercorak militeristik. “Aksi ini kami gelar dengan tema Aksi Mahasiswa Berbagi,” katanya.

Rayhan menyebut, selebaran tersebut dibagikan untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa saat ini ada persoalan penting bangsa yang belum terselesaikan dan ditutup-tutupi oleh para pelaku dengan berbagai cara.

Apalagi, kata dia, para pelaku kasus-kasus di masa lalu itu saat ini memiliki kepentingan politik untuk meraih kekuasaan melalui Pilpres 2024.

”Dalam selebaran ini kami ungkap kasus penculikan aktivis, daftar korban yang hingga kini masih hilang. Kami juga mengungkap soal pemerkosaan konstitusi hingga melahirkan anak haram konstitusi yang kini melenggang dalam kontestasi pilpres,” ujarnya.

Baca Juga:  Danlantamal II Pimpin Sidang Pantukhirda Calon Tamtama Gelombang I Tahun 2020 

“Semua kalangan harus disadarkan bahwa sedang ada ancaman besar bagi Indonesia ke depan jika para pelaku kejahatan HAM dan pelanggar konstitusi berkuasa,” imbuhnya.

Pemilihan gelaran aksi pada tanggal 11 bulan 1 pada jam 11.00 di semua kota, menurut Rayhan, adalah kesepakatan bersama gerakan mahasiswa. Menurutnya, satu angka yang sama berjajar tersebut bermakna konsistensi untuk bersatu dan memperjuangkan kebenaran.

“Kami sepakat bergerak bersama secara serentak di seluruh Indonesia. Kami terus bersatu untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Selanjutnya kami yakin bahwa kebenaran dan keadilan itu akan mencari jalannya sendiri,” ujarnya.

Dari pantauan media ini, selebaran tersebut jug telah dibagi-bagikan dibeberapa titik di kota Padang dan telah menyebar luas juga kekalangan masyarakat. (drd)