Peristiwa

Bencana Banjir dan Longsor Parah di Limapuluh Kota, Sumbar

727
×

Bencana Banjir dan Longsor Parah di Limapuluh Kota, Sumbar

Sebarkan artikel ini
Petugas berupaya mengevakuasi anak-anak dari rendaman banjir di Kabupaten Limapuluh Kota.ist

PADANG – Tingginya intensitas hujan dari Minggu (17/12) hingga Senin (18/12) pagi menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), dilanda banjir dan tanah longsor.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota, Rahmadinol, mengungkapkan bahwa luapan sungai merambah ke beberapa wilayah di Kabupaten tersebut akibat cuaca ekstrem.

“Mulai dari Minggu (17/12) pukul 23.00 WIB hingga Senin (18/12) pukul 10.00 WIB, tingginya intensitas hujan telah mengakibatkan luapan sungai di sejumlah kecamatan, termasuk Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Harau, Gunuang Omeh, dan Mungka,” ujarnya di Padang, Senin.

Pada Kecamatan Pangkalan Koto Baru, banjir melanda Nagari Gunuang Malintang, Jorong Lubuak Omeh, menutup jalan Pangkalan – Kapur IX.

Baca Juga:  Dilalui Patahan Semangka, Solok Selatan Ada Potensi Gempa 7,4 SR

Sementara di Kecamatan Harau, banjir terjadi di Nagari Tarantang, Nagari Harau, Nagari Sarilamak, dan Nagari Solok Bio-Bio. Kecamatan Mungka juga tidak luput dari bencana, dengan banjir di Nagari Simpang Kapuak.

“Terakhir, banjir melanda Kecamatan Gunuang Omeh, khususnya di Nagari Koto Tinggi dan Nagari Pandam Gadang,” tambah Rahmadinol.

Selain banjir, beberapa titik di Kabupaten Limapuluh Kota juga dilanda tanah longsor, seperti ruas jalan Tungka-Situmbuak Nagari Tungkar, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, dan ruas jalan Nagari Ladang Laweh.

BPBD, Kodim 03/06 50 Kota, Polres Limapuluh Kota, Basarnas, Dinas Damkar, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan relawan telah bergerak di lapangan untuk melakukan evakuasi korban banjir dan membersihkan material longsor.

Baca Juga:  Polemik Uang Komite, Wakil Ketua DPRD Sumbar Minta Disdik Tindaklanjuti Laporan Orang Tua Murid

“Kami terus berkoordinasi dan berupaya melakukan evakuasi dengan bantuan berbagai pihak,” ujar Rahmadinol sebagaimana dikutip dari Antara.

Rahmadinol juga mengingatkan agar masyarakat di Kabupaten Limapuluh Kota, terutama yang tinggal di sekitar sungai dan daerah rawan longsor, meningkatkan kewaspadaan.

Imbauan serupa juga disampaikannya kepada para pengendara untuk lebih berhati-hati saat melintas di ruas jalan rawan longsor, terutama pada musim penghujan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat dan pengendara untuk selalu waspada dan mematuhi himbauan dari petugas di lapangan,” tutup Rahmadinol.(Bdr)