PADANG – Kebocoran pipa distribusi air bersih DN 250 ACP di Jalan Raya Belimbing, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, mengakibatkan gangguan pelayanan air bersih di lima kawasan, Rabu (4/11/2026). Kebocoran tersebut terjadi akibat pekerjaan galian drainase di sekitar lokasi.
Kasubag Humas dan Protokoler Perumda Air Minum Kota Padang, Afriyanto, mengatakan tim teknis langsung turun ke lapangan untuk melakukan peninjauan dan penanganan terhadap kebocoran pipa tersebut.
“Begitu menerima informasi kebocoran, tim teknis langsung menuju lokasi untuk melakukan peninjauan dan penanganan. Kami berupaya agar gangguan ini dapat segera diatasi sehingga pelayanan air bersih kembali normal,” ujar Afriyanto.
Dia menjelaskan, selama proses perbaikan berlangsung, pelanggan di sejumlah kawasan berpotensi mengalami penurunan tekanan air. Bahkan, aliran air dapat terhenti sementara hingga pekerjaan penanganan selesai.
“Kami menginformasikan kepada pelanggan bahwa selama proses perbaikan berlangsung, tekanan air kemungkinan mengalami penurunan. Pada beberapa wilayah, aliran air juga berpotensi tidak mengalir sementara waktu,” katanya.
Afriyanto menyebutkan, terdapat lima kawasan yang berpotensi terdampak kebocoran pipa tersebut. Kelima kawasan itu meliputi Perumnas Belimbing, Kompleks BBI, Kompleks Karya Rei, Wahana 1, dan Kompleks Sang Surya.
“Untuk sementara, pelanggan di Perumnas Belimbing, Kompleks BBI, Kompleks Karya Rei, Wahana 1, dan Kompleks Sang Surya berpotensi mengalami gangguan distribusi air bersih,” jelas Afriyanto.
Menurutnya, tim teknis terus mengoptimalkan pekerjaan perbaikan agar kebocoran segera teratasi. Perumda Air Minum Kota Padang juga berupaya memulihkan distribusi air bersih secara bertahap setelah penanganan selesai.
“Kami terus berupaya melakukan penanganan seoptimal mungkin agar distribusi air bersih kepada pelanggan dapat segera pulih secara bertahap,” ungkapnya.
Afriyanto menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas gangguan pelayanan tersebut. Dia juga mengucapkan terima kasih atas kesabaran, pengertian, dan dukungan masyarakat selama proses penanganan berlangsung.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Terima kasih atas kesabaran dan pengertiannya. Kami berkomitmen mempercepat penanganan agar pelayanan air bersih kembali normal,” tutup Afriyanto. (Bdr)







