PADANG — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mendorong generasi muda membekali diri dengan nilai keagamaan, literasi keuangan, serta kedekatan dengan masjid. Menurutnya, pembinaan generasi muda hari ini menentukan wajah Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Pesan itu disampaikan Mahyeldi saat membuka Nagari Mabit Chapter 2 bertajuk “Muda Berwakaf dan Spirit Haji Muda” yang digelar Bank Nagari di Aula Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Jumat (4/9/2026) malam.
Mahyeldi mengapresiasi pelaksanaan Nagari Mabit Camp yang memasuki edisi kedua. Ia menilai kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ruang pembinaan keagamaan. Program itu juga memberikan bekal penting bagi siswa-siswi di Sumatera Barat.
“Ini sesuatu yang luar biasa. Banyak hal yang ingin dihadirkan kepada adik-adik kita, siswa-siswi yang ada di Sumatera Barat,” katanya.
Mahyeldi menyebut peserta mendapat pembekalan literasi keuangan, perbankan syariah, dan keuangan syariah. Pengetahuan tersebut penting bagi generasi muda agar memahami pengelolaan keuangan sejak dini.
Pemilihan masjid sebagai lokasi kegiatan juga memiliki nilai strategis. Menurut Mahyeldi, kegiatan tersebut membiasakan generasi muda beraktivitas di rumah ibadah. Kebiasaan itu diharapkan memperkuat hubungan mereka dengan masjid.
“Dengan mereka terbiasa ke masjid dan ada kegiatan Nagari Camp di masjid ini, mudah-mudahan hati mereka terpaut dengan masjid,” ujarnya.
Mahyeldi mengatakan masjid di Sumatera Barat tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah. Masjid juga menjadi bagian penting dalam pembentukan nilai sosial dan budaya masyarakat. Karena itu, kegiatan positif yang melibatkan generasi muda di masjid perlu terus diperkuat.
Ia menilai perhatian terhadap generasi muda semakin penting. Mereka akan menentukan arah bangsa pada masa mendatang. Pembekalan tidak hanya mencakup ilmu pengetahuan. Penguatan karakter dan perlindungan dari berbagai ancaman juga menjadi bagian penting.
“Pemuda hari ini adalah pemimpin di masa yang akan datang. Merekalah nanti yang akan menjadi penentu Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Mahyeldi berharap Nagari Mabit Camp menjadi wadah pembinaan yang melahirkan generasi muda Sumatera Barat berkarakter. Mereka diharapkan memiliki pemahaman agama dan literasi keuangan yang baik serta dekat dengan masjid.
“Semestinya kita memberikan perhatian dan pembekalan-pembekalan untuk menguatkan mereka, sekaligus memberikan perlindungan kepada mereka dari hal-hal yang akan membahayakan masa depan,” katanya. (Bdr)







