MAKASSAR – Kafilah Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan berhasil mempertahankan gelar Juara Umum MTQ Nasional Korpri VIII yang digelar di Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.
Prestasi tersebut sekaligus mengukuhkan Sumbar sebagai juara umum untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, setelah sebelumnya berhasil meraih prestasi serupa pada penyelenggaraan MTQ Nasional Korpri sebelumnya.
Sebagai bentuk penghargaan atas keberhasilan tersebut, piala Juara Umum MTQ Nasional Korpri VIII diserahkan langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar kepada Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, selaku Dewan Pembina MTQ Korpri Sumbar, di Makassar, Sabtu (29/8/2026).
Penyerahan piala tersebut menjadi momentum penting sekaligus menandai keberhasilan Sumbar mempertahankan prestasi tertinggi dalam ajang MTQ Nasional Korpri untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.
Berdasarkan hasil akhir perolehan nilai, Kafilah Korpri Sumbar berhasil mengumpulkan 160 poin, sekaligus menempatkan Sumbar di posisi teratas klasemen. Raihan tersebut diperoleh dari 8 juara I, 6 juara II, dan 6 juara III, serta 2 juara harapan I, 3 juara harapan II, dan 4 juara harapan III. Sumbar unggul cukup jauh dari tuan rumah Sulawesi Selatan yang berada di posisi kedua dengan 125 poin, disusul DKI Jakarta dengan 103 poin dan Jawa Timur dengan 99 poin.
Ketua Korpri Provinsi Sumbar, Andri Yulika menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur, Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah, serta seluruh kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumbar atas doa dan dukungan yang diberikan kepada kafilah selama mengikuti rangkaian MTQ Nasional Korpri VIII.
“Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan dari Bapak Gubernur, Bapak Wakil Gubernur, Bapak Sekda, serta seluruh kepala OPD dan jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kafilah kita kembali berhasil meraih Juara Umum MTQ Nasional Korpri,” ujar Andri Yulika.
Menurutnya, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum untuk ketiga kalinya merupakan hasil dari kerja keras, persiapan, kekompakan, dan kesungguhan seluruh anggota kafilah dalam membawa nama baik Sumbar di tingkat nasional.
Andri yang juga menjabat sebagai Inspektur Daerah Provinsi Sumbar itu menilai, prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Korpri Sumbar, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Sumbar untuk terus meningkatkan prestasi, termasuk dalam bidang keagamaan.
“Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan kita bersama. Ini bukan hanya keberhasilan kafilah, tetapi juga keberhasilan seluruh keluarga besar Korpri dan Pemerintah Daerah di Sumatera Barat,” katanya.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh anggota kafilah, pembina, pelatih, official, dan pihak-pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan keikutsertaan Sumbar pada MTQ Nasional Korpri VIII.
“Terima kasih kepada seluruh kafilah, pelatih, pembina, dan official yang telah berjuang dan memberikan yang terbaik untuk Sumatera Barat. Semoga prestasi ini dapat terus dipertahankan dan menjadi motivasi untuk meraih prestasi yang lebih baik pada masa mendatang,” tambahnya.
Andri menyebutkan, rombongan kafilah Korpri Sumbar direncanakan tiba di Padang pada Minggu (30/8) malam melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM).
Untuk itu, ia berharap Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar berkenan menyambut langsung kepulangan para kafilah sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan dan prestasi yang telah dipersembahkan untuk Ranah Minang.
“Kami berharap Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur berkenan menyambut kepulangan kafilah di Bandara Internasional Minangkabau. Ini tentu akan menjadi kebahagiaan dan penghargaan tersendiri bagi para kafilah setelah berjuang membawa nama Sumatera Barat,” tuturnya.
Keberhasilan Kafilah Korpri Sumbar mempertahankan gelar juara umum untuk ketiga kalinya diharapkan semakin memperkuat tradisi prestasi ASN Sumbar, sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan kehidupan keagamaan di kalangan aparatur terus berjalan secara konsisten.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, kompetisi yang berakhir bukan berarti selesai pula tugas para peserta. Di balik piala dan predikat juara, Menag mendorong MTQ menjadi ruang pembentukan karakter aparatur sipil negara (ASN) yang mampu menerjemahkan nilai-nilai Al-Quran ke dalam perilaku dan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, tantangan peserta setelah kembali ke instansi masing-masing justru lebih besar. Prestasi dalam tilawah maupun hafalan tidak cukup jika tidak diikuti perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
“Jadilah sebagai penjernih, bukan pengeruh, jadilah penghubung, bukan pemisah, jadilah moderator, bukan provokator, jadilah problem solver, bukan problemator, jadilah penyuluh, bukan perusuh,” katanya.(adv)







