Sumatera Barat

Buka Simposium Internasional di Padang, Mahyeldi Soroti Ancaman Kanker Kolorektal

14
×

Buka Simposium Internasional di Padang, Mahyeldi Soroti Ancaman Kanker Kolorektal

Sebarkan artikel ini
Mahyeldi saat membuka ASEAN Center of Excellence (CoE) Program and Symposium: Minimal Invasive Colorectal Surgery di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. M. Djamil Padang, Sabtu (6/6/2026).Ist

PADANG — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menekankan pentingnya penguatan kapasitas tenaga kesehatan, perluasan deteksi dini, serta pemanfaatan teknologi medis modern dalam menghadapi peningkatan kasus kanker kolorektal yang kini tidak lagi didominasi kelompok usia lanjut, tetapi juga mulai banyak ditemukan pada usia muda.

Penegasan itu disampaikan Mahyeldi saat membuka ASEAN Center of Excellence (CoE) Program and Symposium: Minimal Invasive Colorectal Surgery di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. M. Djamil Padang, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan ilmiah berskala internasional tersebut dihadiri Menteri Kesehatan Republik Indonesia secara daring. Simposium juga diikuti para pakar bedah, akademisi, serta tenaga kesehatan dari berbagai daerah dan negara ASEAN.

Turut hadir Presiden Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia Nazarullah, jajaran Kolegium Ilmu Bedah, pimpinan RSUP Dr. M. Djamil Padang, Universitas Andalas, serta peserta simposium.

Mahyeldi menyampaikan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia serta penguasaan teknologi medis yang terus berkembang.

“Tenaga kesehatan harus terus meningkatkan kemampuan dan kompetensinya. Tujuan utamanya adalah menyelamatkan manusia, menekan angka kematian, dan menghadirkan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, simposium dan pelatihan tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat kapasitas tenaga kesehatan sekaligus mempercepat transfer ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang bedah minimal invasif yang berkembang pesat.

Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Mahyeldi menyampaikan apresiasi kepada RSUP Dr. M. Djamil Padang, Kolegium Ilmu Bedah, Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia, para narasumber, serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Baca Juga:  Mahyeldi Apresiasi Pengabdian Nur Khazim, Ketua PTA Padang Pindah Tugas ke Palembang

“Kegiatan ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan memperkuat kapasitas tenaga medis, khususnya di Sumatera Barat,” katanya.

Mahyeldi mengingatkan kanker kolorektal masih menjadi salah satu tantangan kesehatan global yang serius. Menurutnya, tren peningkatan jumlah penderita pada usia yang semakin muda harus menjadi perhatian bersama.

“Kanker kolorektal merupakan salah satu jenis kanker dengan jumlah kasus tertinggi di dunia. Yang menjadi perhatian kita, usia penderita saat ini semakin muda. Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” ujarnya.

Mahyeldi menilai perubahan pola hidup menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan kasus kanker kolorektal. Konsumsi makanan olahan dan daging merah secara berlebihan, rendahnya konsumsi serat, serta kurangnya aktivitas fisik menjadi faktor risiko yang perlu diantisipasi sejak dini.

“Ada ketidakseimbangan antara apa yang kita konsumsi dengan energi yang kita keluarkan. Karena itu, pola hidup sehat harus menjadi perhatian bersama agar risiko berbagai penyakit, termasuk kanker, dapat ditekan,” tuturnya.

Ia menambahkan upaya pencegahan melalui edukasi dan deteksi dini perlu terus diperkuat agar kasus kanker dapat ditemukan lebih cepat serta ditangani secara optimal. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga terus mendorong penguatan SDM kesehatan, pengembangan teknologi kesehatan, serta kolaborasi dengan berbagai institusi.

“Pembangunan kesehatan tetap menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Penguatan SDM kesehatan, pengembangan teknologi kesehatan, dan kolaborasi dengan berbagai institusi harus terus ditingkatkan,” tegasnya.

Baca Juga:  Sembilan Pjs Kepala Daerah Segera Dilantik, Kadispora Sumbar Maifrizon jabat Pjs Bupati Sijunjung

Pada kesempatan tersebut, Mahyeldi menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan RSUP Dr. M. Djamil Padang sebagai bagian dari jejaring ASEAN Center of Excellence di bidang Minimal Invasive Colorectal Surgery.

Menurutnya, keberadaan pusat unggulan tersebut menjadi kebanggaan bagi Sumatera Barat sekaligus membuka peluang besar untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami berharap pusat unggulan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi tenaga medis, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang modern, berkualitas, dan berstandar internasional,” katanya.

Selain itu, Mahyeldi menyebut Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan di seluruh daerah, termasuk pengembangan RSUD Mohammad Natsir menjadi rumah sakit tipe A guna memperkuat sistem layanan rujukan di Sumatera Barat.

“Kami ingin masyarakat Sumatera Barat mendapatkan layanan kesehatan terbaik tanpa harus keluar daerah. Karena itu, peningkatan kualitas rumah sakit dan tenaga kesehatan akan terus menjadi fokus pembangunan daerah,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Mahyeldi berharap simposium internasional tersebut mampu memperkuat kolaborasi antara rumah sakit, perguruan tinggi, organisasi profesi, serta pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang semakin berkualitas bagi masyarakat.

“Pelayanan kesehatan yang berkualitas adalah investasi bagi masa depan bangsa. Karena itu, penguatan kompetensi dan kolaborasi harus terus kita dorong bersama,” tutupnya. (Bdr)